Pertamina EP Kembangkan Program Berkelanjutan di Jawa Barat
Selasa, 24 Februari 2026 - 10:24 WIB
loading...
Perwakilan Pertamina EP menerima penghargaan di ajang Public Relations Indonesia Awards 2026 di Yogyakarta, Jumat (13/2). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina EP Regional Jawa memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui dua program unggulan berbasis pengembangan komunitas di wilayah operasional Tambun dan Jatibarang, Jawa Barat. Inisiatif bertajuk "Rangkul Raga Bumi" dan "Jari Tangan" tersebut dirancang untuk menciptakan dampak sosial berkelanjutan sekaligus membangun kepercayaan publik melalui komunikasi korporasi yang terstruktur.
"Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas program-program tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat komunikasi perusahaan secara berkelanjutan," ujar Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Regional Jawa, Wazirul Luthfi dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Pertamina EP Temukan Potensi Migas Baru di Sumur South Akasia Cinta
Program Rangkul Raga Bumi (Desa Ramah Lingkungan Beraksi Jaga Bumi) hadir sebagai solusi atas krisis pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi yang mencapai 2.000 ton per hari. Melalui wilayah Tambun Field, program ini mengedepankan sinergi antara pelestarian alam dan pemberdayaan ekonomi komunitas guna meminimalisir beban lingkungan akibat sistem penanganan sampah yang belum memadai.
Sementara itu, di area Jatibarang Field, perusahaan menginisiasi Program Jari Tangan (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan). Fokus utama program ini adalah peningkatan produktivitas padi melalui penggunaan pupuk organik yang bertujuan memperbaiki kesuburan tanah serta mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimia.
Selain aspek teknis pertanian, Program Jari Tangan juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor agraris untuk meningkatkan kapasitas dan pendapatan lokal. Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mengharmonisasikan ketahanan pangan dan kedaulatan energi di tingkat daerah.
Keberhasilan kedua program ini dalam ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026 di Yogyakarta pertengahan Februari lalu, menjadi tolok ukur efektivitas komunikasi publik perusahaan. Pendekatan community based development yang diterapkan dinilai mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi dampak secara mandiri.
Baca Juga: Pertamina EP Tuntaskan 354 Program Sosial hingga September 2025
Strategi ini mencerminkan konsistensi Pertamina EP dalam mengelola tanggung jawab sosial (CSR) bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bagian integral dari strategi operasional. Melalui komunikasi yang transparan, perusahaan berupaya memastikan setiap program selaras dengan kebutuhan nyata konstituen di sekitar wilayah kerja.
Ke depan, Pertamina EP berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi sosial yang membawa manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perusahaan menargetkan perluasan cakupan program yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi secara jangka panjang.
"Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas program-program tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat komunikasi perusahaan secara berkelanjutan," ujar Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Regional Jawa, Wazirul Luthfi dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Pertamina EP Temukan Potensi Migas Baru di Sumur South Akasia Cinta
Program Rangkul Raga Bumi (Desa Ramah Lingkungan Beraksi Jaga Bumi) hadir sebagai solusi atas krisis pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi yang mencapai 2.000 ton per hari. Melalui wilayah Tambun Field, program ini mengedepankan sinergi antara pelestarian alam dan pemberdayaan ekonomi komunitas guna meminimalisir beban lingkungan akibat sistem penanganan sampah yang belum memadai.
Sementara itu, di area Jatibarang Field, perusahaan menginisiasi Program Jari Tangan (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan). Fokus utama program ini adalah peningkatan produktivitas padi melalui penggunaan pupuk organik yang bertujuan memperbaiki kesuburan tanah serta mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimia.
Selain aspek teknis pertanian, Program Jari Tangan juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor agraris untuk meningkatkan kapasitas dan pendapatan lokal. Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mengharmonisasikan ketahanan pangan dan kedaulatan energi di tingkat daerah.
Keberhasilan kedua program ini dalam ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026 di Yogyakarta pertengahan Februari lalu, menjadi tolok ukur efektivitas komunikasi publik perusahaan. Pendekatan community based development yang diterapkan dinilai mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi dampak secara mandiri.
Baca Juga: Pertamina EP Tuntaskan 354 Program Sosial hingga September 2025
Strategi ini mencerminkan konsistensi Pertamina EP dalam mengelola tanggung jawab sosial (CSR) bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bagian integral dari strategi operasional. Melalui komunikasi yang transparan, perusahaan berupaya memastikan setiap program selaras dengan kebutuhan nyata konstituen di sekitar wilayah kerja.
Ke depan, Pertamina EP berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi sosial yang membawa manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perusahaan menargetkan perluasan cakupan program yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi secara jangka panjang.
(nng)
Lihat Juga :