Dirut Agrinas Balas Desakan Dasco: Impor 105.000 Unit Pikap India Sudah DP 30%
Selasa, 24 Februari 2026 - 22:12 WIB
loading...
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, sudah melakukan pembayaran uang muka (DP) sebesar 30% untuk impor ratusan ribu kendaraan pikap dari India. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara , Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, sudah melakukan pembayaran uang muka (down payment/DP) sebesar 30% untuk impor ratusan ribu kendaraan pikap sebagai operasional logistik Koperasi Merah Putih, yang didatangkandari India. Selain itu pada awal pekan ini diperkirakan 1.000 unit pikap asal India itu sudah mendarat di Indonesia.
Joao menekankan, soal dana yang sudah dikeluarkan Agrinas demi kendaraan impor pikap ini menyusul adanya desakan dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad untuk menunda kelanjutan proyek pengadaan impor 105.000 kendaraan pikup dan truk dari India ini.
Baca Juga: Bangkai Mobil India Hantui Desa, Kadin dan Dasco Coba Tunda Impor 105.000 Pikap Agrinas
"Awalnya Mahindra hanya mampu mensuplai 2.000 unit, kemudian kami melakukan lobi, melakukan diskusi yang cukup panjang. Sehingga mereka mau menutup lainnya hanya untuk memproduksi mobil sesuai dengan kebutuhan Agrinas. Oleh karena itu kami harus memberikan down payment 30 persen dan itu sudah kami lakukan," kata Joao saat ditemui di kantor Agrinas, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Sehingga, Joao bakal mempertimbangkan lebih lanjut desakan penundaan dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Sampai saat ini, belum ada kepastian soal apakah proyek impor kendaraan ini bakal ditunda ataupun bahkan dibatalkan.
Namun, dia memastikan bakal menerima konsekuensi, termasuk denda atau pinalti atas kontrak yang ditunda ataupun dibatalkan. Di samping itu, dia menekankan soal uang DP yang tidak sedikit jumlahnya, yakni sebesar Rp21,58 triliun.
"Kami melakukan pengadaan (impor kendaraan)dengan etika baik, kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan. Saya pikir kami harus optimis dan saya yakin bahwa apa yang kami lakukan in good faith pasti, kalau ada masalah ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama, itu mungkin hanya perlu ada penjelasan dan akan menjadi solusi," urai Joao.
Meski begitu, Joao bakal sepenuhnya patuh pada perintah pemerintah pusat, termasuk DPR yang menjadi mitra kerja Agrinas. Entah itu keputusan ditunda untuk sementara waktu ataupun pembatalan proyek secara penuh.
"Apapun keputusan negara, keputusan DPR itu adalah suara rakyat dan wakilnya rakyat. Saya sebagai Direktur Badan Usaha Milik Negara, saya akan taat, saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara apabila itu memang untuk kepentingan rakyat," katanya.
Baca Juga: Bos Agrinas Jawab Desakan Dasco soal Impor 105.000 Pikap: Kami Taat Perintah
Ke depan, Joao mengatakan bakal berkomunikasi dengan Dasco untuk memaparkan apa yang menjadi pertimbangan Agrinas mengimpor kendaraan operasional Koperasi Merah Putih dari India.
Pada intinya, Joao menekankan soal sejumlah korporasi otomotif ternama telah dimintai kesanggupan produksi, tapi tidak ada satu pun yang menyanggupi pemenuhan produksi untuk ratusan ribu unit. Seturut itu, harga yang ditawarkan pula jauh lebih mahal dibandingkan alokasi anggaran Agrinas.
Adapun Dasco sebelumnya menyampaikan bahwa permintaan penundaan impor kendaraan ini tak terlepas dari keberadaan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke Luar Negeri.
"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri," kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2).
Joao menekankan, soal dana yang sudah dikeluarkan Agrinas demi kendaraan impor pikap ini menyusul adanya desakan dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad untuk menunda kelanjutan proyek pengadaan impor 105.000 kendaraan pikup dan truk dari India ini.
Baca Juga: Bangkai Mobil India Hantui Desa, Kadin dan Dasco Coba Tunda Impor 105.000 Pikap Agrinas
"Awalnya Mahindra hanya mampu mensuplai 2.000 unit, kemudian kami melakukan lobi, melakukan diskusi yang cukup panjang. Sehingga mereka mau menutup lainnya hanya untuk memproduksi mobil sesuai dengan kebutuhan Agrinas. Oleh karena itu kami harus memberikan down payment 30 persen dan itu sudah kami lakukan," kata Joao saat ditemui di kantor Agrinas, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Sehingga, Joao bakal mempertimbangkan lebih lanjut desakan penundaan dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Sampai saat ini, belum ada kepastian soal apakah proyek impor kendaraan ini bakal ditunda ataupun bahkan dibatalkan.
Namun, dia memastikan bakal menerima konsekuensi, termasuk denda atau pinalti atas kontrak yang ditunda ataupun dibatalkan. Di samping itu, dia menekankan soal uang DP yang tidak sedikit jumlahnya, yakni sebesar Rp21,58 triliun.
"Kami melakukan pengadaan (impor kendaraan)dengan etika baik, kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan. Saya pikir kami harus optimis dan saya yakin bahwa apa yang kami lakukan in good faith pasti, kalau ada masalah ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama, itu mungkin hanya perlu ada penjelasan dan akan menjadi solusi," urai Joao.
Meski begitu, Joao bakal sepenuhnya patuh pada perintah pemerintah pusat, termasuk DPR yang menjadi mitra kerja Agrinas. Entah itu keputusan ditunda untuk sementara waktu ataupun pembatalan proyek secara penuh.
"Apapun keputusan negara, keputusan DPR itu adalah suara rakyat dan wakilnya rakyat. Saya sebagai Direktur Badan Usaha Milik Negara, saya akan taat, saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara apabila itu memang untuk kepentingan rakyat," katanya.
Baca Juga: Bos Agrinas Jawab Desakan Dasco soal Impor 105.000 Pikap: Kami Taat Perintah
Ke depan, Joao mengatakan bakal berkomunikasi dengan Dasco untuk memaparkan apa yang menjadi pertimbangan Agrinas mengimpor kendaraan operasional Koperasi Merah Putih dari India.
Pada intinya, Joao menekankan soal sejumlah korporasi otomotif ternama telah dimintai kesanggupan produksi, tapi tidak ada satu pun yang menyanggupi pemenuhan produksi untuk ratusan ribu unit. Seturut itu, harga yang ditawarkan pula jauh lebih mahal dibandingkan alokasi anggaran Agrinas.
Adapun Dasco sebelumnya menyampaikan bahwa permintaan penundaan impor kendaraan ini tak terlepas dari keberadaan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke Luar Negeri.
"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri," kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2).
(akr)
Lihat Juga :