Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18%
Rabu, 25 Februari 2026 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29% YoY. Struktur pendanaan ini tetap didominasi oleh dana murah (CASA) dengan rasio yang terjaga pada level 73%, yang menjadi motor utama dalam mendukung efisiensi biaya dana serta memperkuat likuiditas perseroan.
Optimalisasi kinerja juga didukung oleh penguatan pendapatan non-bunga melalui Fee Based Income (FBI) recurring yang tumbuh 16,1% YoY. Hal ini sejalan dengan peningkatan produktivitas dan efektivitas pengelolaan biaya, yang tercermin dari penurunan rasio Cost to Income Ratio (CIR) menjadi 37,75% dari sebelumnya di atas 40%.
Baca Juga: Kebagian Dana Rp55 Triliun dari Purbaya, Bank Mandiri Sudah Salurkan 63 Persen
Akselerasi transaksi digital menjadi pilar utama pertumbuhan, di mana layanan Livin’ by Mandiri mencatat pertumbuhan transaksi 49,3% YoY dan Kopra by Mandiri naik 27% YoY. Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan tetapi juga menciptakan konektivitas yang kuat antar segmen, mulai dari ritel hingga pelaku usaha harian melalui Livin’ Merchant.
Kualitas aset tetap terjaga melalui disiplin manajemen risiko yang ketat, terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang turun ke level 0,97%. Selain itu, biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) juga mengalami penurunan sebesar 21 basis poin menjadi 0,35%, menunjukkan selektivitas bank yang baik dalam ekspansi pembiayaan.
Optimalisasi kinerja juga didukung oleh penguatan pendapatan non-bunga melalui Fee Based Income (FBI) recurring yang tumbuh 16,1% YoY. Hal ini sejalan dengan peningkatan produktivitas dan efektivitas pengelolaan biaya, yang tercermin dari penurunan rasio Cost to Income Ratio (CIR) menjadi 37,75% dari sebelumnya di atas 40%.
Baca Juga: Kebagian Dana Rp55 Triliun dari Purbaya, Bank Mandiri Sudah Salurkan 63 Persen
Akselerasi transaksi digital menjadi pilar utama pertumbuhan, di mana layanan Livin’ by Mandiri mencatat pertumbuhan transaksi 49,3% YoY dan Kopra by Mandiri naik 27% YoY. Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan tetapi juga menciptakan konektivitas yang kuat antar segmen, mulai dari ritel hingga pelaku usaha harian melalui Livin’ Merchant.
Kualitas aset tetap terjaga melalui disiplin manajemen risiko yang ketat, terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang turun ke level 0,97%. Selain itu, biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) juga mengalami penurunan sebesar 21 basis poin menjadi 0,35%, menunjukkan selektivitas bank yang baik dalam ekspansi pembiayaan.
(nng)
Lihat Juga :