Jelang Lebaran, Permintaan Avtur Diprediksi Meningkat 3%
Rabu, 25 Februari 2026 - 12:59 WIB
loading...
Permintaan avtur secara nasional diprediksi meningkat sebesar 3% menjelang momen Hari Raya Idulfitri 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Permintaan avtur secara nasional diprediksi meningkat sebesar 3% menjelang momen Hari Raya Idulfitri 2026. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya aktivitas penerbangan selama periode Ramadan dan arus mudik Lebaran.
VP Aviation Fuel Business PT Pertamina (Persero), Yosef Iswadi, mengatakan bahwa Pertamina telah menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan dan ketahanan stok avtur selama periode tersebut.
"Secara nasional, prediksi demand Avtur secara nasional akan mengalami kenaikan 3% untuk masa periode Ramadan Idul Fitri ini. Dan kita Pertamina telah mempersiapkan menjamin supply dan ketahanan stok Avtur secara nasional di level 30 hari," katanya saat kunjungan ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, Pertamina saat ini juga sedang bersiap menghadapi Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama periode hari besar keagamaan.
Baca Juga: Mantan Direktur Pertamina Achmad Muchtasyar Pimpin Pelindo, Ini Profilnya
Yosef menambahkan, pada masa Lebaran biasanya terjadi peningkatan extra flight di sejumlah bandara, sehingga jam operasional dapat diperpanjang menjadi 24 jam. Untuk itu, Pertamina telah menyiapkan sarana dan fasilitas pendukung serta sumber daya manusia (SDM) agar layanan tetap optimal dan andal.
"Kita juga telah memperkuat engagement kita dengan stakeholder bandara, khususnya apabila ada perubahan-perubahan jam operasional bandara sampai ke 24 jam. Karena memang masa lebaran ini banyak extra flight yang muncul di beberapa bandara yang kegiatan jam operasionalnya bisa berubah sampai 24 jam," ujar Yosef.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita menegaskan bahwa persiapan tidak dilakukan secara mendadak, melainkan jauh sebelum periode puncak dimulai.
"Jadi biasanya kalau menjelang Ramadan Idul Fitri atau Natal Tahun Baru itu jauh sebelumnya teman-teman sudah build up stock, sudah persiapan segala sesuatunya sehingga nanti pada saat kickoff itu sudah tinggal running saja," sebutnya.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Impor Energi Rp253 Triliun dari AS Melalui Tender Terbuka
Arya menekankan bahwa pembentukan Satgas RAFI merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menjaga pelayanan prima kepada konsumen, khususnya di sektor aviasi yang mengalami lonjakan aktivitas selama musim mudik.
"Dan ini adalah rutin eh agenda setiap tahun sehingga harapannya kita bisa tetap memenuhi pelayanan yang prima kepada seluruh eh konsumen dan tentunya melayani dengan sepenuh hati," ucapnya.
VP Aviation Fuel Business PT Pertamina (Persero), Yosef Iswadi, mengatakan bahwa Pertamina telah menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan dan ketahanan stok avtur selama periode tersebut.
"Secara nasional, prediksi demand Avtur secara nasional akan mengalami kenaikan 3% untuk masa periode Ramadan Idul Fitri ini. Dan kita Pertamina telah mempersiapkan menjamin supply dan ketahanan stok Avtur secara nasional di level 30 hari," katanya saat kunjungan ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, Pertamina saat ini juga sedang bersiap menghadapi Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama periode hari besar keagamaan.
Baca Juga: Mantan Direktur Pertamina Achmad Muchtasyar Pimpin Pelindo, Ini Profilnya
Yosef menambahkan, pada masa Lebaran biasanya terjadi peningkatan extra flight di sejumlah bandara, sehingga jam operasional dapat diperpanjang menjadi 24 jam. Untuk itu, Pertamina telah menyiapkan sarana dan fasilitas pendukung serta sumber daya manusia (SDM) agar layanan tetap optimal dan andal.
"Kita juga telah memperkuat engagement kita dengan stakeholder bandara, khususnya apabila ada perubahan-perubahan jam operasional bandara sampai ke 24 jam. Karena memang masa lebaran ini banyak extra flight yang muncul di beberapa bandara yang kegiatan jam operasionalnya bisa berubah sampai 24 jam," ujar Yosef.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita menegaskan bahwa persiapan tidak dilakukan secara mendadak, melainkan jauh sebelum periode puncak dimulai.
"Jadi biasanya kalau menjelang Ramadan Idul Fitri atau Natal Tahun Baru itu jauh sebelumnya teman-teman sudah build up stock, sudah persiapan segala sesuatunya sehingga nanti pada saat kickoff itu sudah tinggal running saja," sebutnya.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Impor Energi Rp253 Triliun dari AS Melalui Tender Terbuka
Arya menekankan bahwa pembentukan Satgas RAFI merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menjaga pelayanan prima kepada konsumen, khususnya di sektor aviasi yang mengalami lonjakan aktivitas selama musim mudik.
"Dan ini adalah rutin eh agenda setiap tahun sehingga harapannya kita bisa tetap memenuhi pelayanan yang prima kepada seluruh eh konsumen dan tentunya melayani dengan sepenuh hati," ucapnya.
(nng)
Lihat Juga :