5 Negara dengan Utang IMF Terbesar 2026, Nomor 1 Tembus Rp967 Triliun

Jum'at, 27 Februari 2026 - 13:44 WIB
loading...
5 Negara dengan Utang...
Indonesia telah melunasi seluruh kewajiban kepada IMF pada 2006. Anak-anak laki-laki bermain sepak bola dengan latar belakang pemandangan kota Jakarta, Indonesia, pada Jumat, 11 Agustus 2023. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Ketika krisis menerpa dan kas negara menipis, satu pintu yang paling sering diketuk adalah International Monetary Fund (IMF). Lembaga ini kerap disebut sebagai “penolong terakhir” bagi negara yang terancam kolaps. Per 2026, lima negara ini tercatat sebagai peminjam terbesar IMF. Nilainya bukan miliaran lagi tapi puluhan miliar dolar AS.

1. Argentina – USD57,7 Miliar

Argentina masih memegang rekor dunia sebagai debitur terbesar IMF dengan mencapai USD57,7 miliar atau setara Rp967 triliun. Warisan krisis 2018 membuat negara ini menerima paket bailout terbesar dalam sejarah lembaga tersebut.

Inflasi tinggi, pelemahan peso, dan tekanan fiskal berkepanjangan membuat Argentina terus berada dalam siklus negosiasi dan restrukturisasi. Nilainya setara ratusan triliun rupiah angka yang bisa membiayai megaproyek di banyak negara berkembang. Baca Juga: Rekor Utang Dunia Tembus USD348 Triliun, Negara Berkembang Tanggung Beban Berat

2. Ukraina – USD13,9 Miliar

Perang dan ketidakpastian geopolitik membuat ekonomi Ukraina terpukul keras. IMF menjadi penyangga vital untuk menjaga anggaran negara tetap berjalan dan sistem keuangan tidak runtuh. Tanpa dukungan eksternal, tekanan fiskal bisa jauh lebih berat.

3. Pakistan – USD10,17 Miliar

Pakistan berulang kali masuk program IMF akibat defisit transaksi berjalan dan tekanan nilai tukar. Reformasi fiskal dan pengetatan anggaran menjadi syarat utama pencairan dana. Negara ini kerap menjadi contoh bagaimana ketergantungan pada bailout bisa terjadi berulang.

4. Ekuador – USD9,95 Miliar

Ketergantungan pada ekspor komoditas membuat Ekuador rentan saat harga global turun. IMF masuk dengan program stabilisasi dan reformasi struktural demi menutup celah fiskal. Namun kebijakan penghematan sering memicu resistensi domestik. Baca Juga: Utang Indonesia Naik Tembus Rp9.637 Triliun, Setara 40,46% dari PDB

5. Mesir – USD9,30 Miliar

Mesir menghadapi tekanan cadangan devisa dan depresiasi mata uang. Program IMF menjadi bagian dari strategi besar reformasi ekonomi dan stabilisasi jangka panjang.


Bagaimana dengan Indonesia?

Saat ini Indonesia tidak memiliki utang program aktif kepada IMF. Indonesia telah melunasi seluruh kewajibannya pada 2006, setelah sebelumnya menerima bantuan besar saat krisis moneter 1998. Artinya, hingga kini Indonesia bukan termasuk dalam daftar negara dengan beban utang IMF outstanding. Meskipun utang luar negeri Indonesia mencapai sekitar USD431,7 miliar pada akhir 2025 dengan rasio terhadap PDB 40,3% di bawah batas aman 60%, tidak ada indikasi ketergantungan pada pinjaman IMF saat ini.

Indonesia pertama kali meminjam dari IMF pada 1984 sebesar 421,46 juta SDR, naik menjadi 504,86 juta SDR pada 1987, sebelum dilunasi secara bertahap hingga bebas utang pada 1992-1996.

Puncak utang terjadi selama Krisis Moneter 1997-1998, dengan IMF menyetujui total pinjaman 17,36 miliar SDR setara USD23,53 miliar atau Rp130 triliun saat itu, meski pencairan aktual sekitar 11,1 miliar SDR atau setara USD14,99 miliar. Seluruh utang lunas pada Oktober 2006 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan total keseluruhan sekitar USD9,1 miliar atau setara Rp117-136 triliun dengan kurs saat ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Rekomendasi
Kemendes-Asosiasi Desa...
Kemendes-Asosiasi Desa Gelar Seminar, Mendes Yandri: KDKMP Tak Akan Mematikan UMKM
UGM Dinilai Keliru Ajukan...
UGM Dinilai Keliru Ajukan Keberatan ke PTUN Jakarta, Bonjowi Hadirkan Saksi Ahli untuk Meluruskan
Ungkap Banyak Kejanggalan,...
Ungkap Banyak Kejanggalan, Munarman Minta KY dan MA Awasi Sidang Banding MNC Asia Vs CMNP
Berita Terkini
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved