Iran Diserang, OPEC+ Pertimbangkan Kenaikan Pasokan Minyak Lebih Besar

Minggu, 01 Maret 2026 - 09:19 WIB
loading...
Iran Diserang, OPEC+...
OPEC+ mempertimbangkan opsi peningkatan pasokan minyak yang lebih besar saat para anggota kunci dijadwalkan bertemu pada Minggu (1/3). FOTO/AP
A A A
LONDON - OPEC+ mempertimbangkan opsi peningkatan pasokan minyak yang lebih besar saat para anggota kunci dijadwalkan bertemu pada Minggu (1/3). Pertimbangan tersebut dilakukan setelah Israel meluncurkan serangan udara ke sejumlah target di Iran yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan kaya minyak tersebut.

"OPEC+ mempertimbangkan opsi peningkatan pasokan yang lebih besar ketika anggota kunci bertemu pada Minggu, setelah Israel meluncurkan serangan udara ke target di Iran," menurut seorang delegasi dikutip The Edge Malaysia dari Bloomberg, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: Perang Iran vs AS dan Israel, Awas! Harga Minyak Bisa Sentuh USD100/Barel

Kelompok produsen minyak yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia itu sebelumnya diperkirakan melanjutkan peningkatan produksi mulai April, setelah menjalankan pembekuan pasokan selama tiga bulan. Pada kuartal IV-2025, OPEC+ telah menambah produksi secara bertahap sebesar 137.000 barel per hari (bph) setiap bulan.



Presiden AS Donald Trump pada Sabtu menyatakan, Amerika Serikat (AS) melakukan operasi "masif" terhadap Iran guna mencegah negara tersebut memperoleh senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Israel melancarkan serangan udara yang disebut sebagai langkah "preventif", sehingga memicu kekhawatiran konflik lebih luas di Timur Tengah.

Ketegangan geopolitik tersebut langsung memengaruhi pasar energi. Harga minyak di London melonjak ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, yakni USD73 per barel pada Jumat, seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan di tengah indikasi kelebihan suplai global.

Baca Juga: Ini 7 Negara Arab yang Dirudal Iran sebagai Balasan atas Serangan AS-Israel

Dalam beberapa hari terakhir, Riyadh bersama sejumlah produsen lain, termasuk Iran, dilaporkan mempercepat ekspor minyak. Arab Saudi, pemimpin de facto Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), sebelumnya juga sempat meningkatkan pasokan tahun lalu di tengah pemboman fasilitas nuklir Iran oleh AS.

Serangan terbaru terjadi dua hari setelah delegasi Iran dan AS bertemu di Swiss untuk putaran ketiga perundingan terkait aktivitas nuklir Teheran. Meski Iran menyatakan optimisme terhadap arah pembicaraan, Trump pada Jumat menyebut dirinya tidak puas dengan perkembangan negosiasi tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Rekomendasi
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Berita Terkini
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Infografis
Iran akan Perang Habis-habisan...
Iran akan Perang Habis-habisan jika Pangkalan Nuklirnya Diserang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved