Pemimpin Tertinggi Iran Dibunuh AS-Israel, Rupiah Terjungkal ke Rp16.868 per USD
Senin, 02 Maret 2026 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan laporan peserta survei, jumlah pelanggan naik dan kepercayaan diri membaik. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan total permintaan baru terjadi secara luas, seiring produsen manufaktur Indonesia mencatat kembali peningkatan pesanan ekspor baru untuk pertama kali dalam 6 bulan. Kenaikan pada permintaan ekspor baru merupakan yang paling tajam sejak Mei 2022.
Baca Juga: Iran Punya Cadangan Minyak Melimpah, Terbesar ke-3 Dunia setelah Venezuela
S&P Global mencatat meningkatnya penjualan telah mendorong perusahaan menaikkan ketenagakerjaan enam kali dalam 7 bulan pada tingkat tertinggi sejak November 2025. Kenaikan jumlah karyawan membantu manufaktur Indonesia meningkatkan produksi pada Februari 2026. Output mengalami ekspansi pada laju tercepat sejak April 2024.
Ketika terjadi peningkatan, perusahaan mengaitkan hal ini dengan kenaikan permintaan baru. Perusahaan juga mencatat bahwa produksi tambahan digunakan untuk membangun stok untuk bersiap menghadapi kenaikan permintaan mendatang sehingga inventaris pascaproduksi naik selama 4 bulan berjalan.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.860 - Rp16.910 per dolar AS.
Baca Juga: Iran Punya Cadangan Minyak Melimpah, Terbesar ke-3 Dunia setelah Venezuela
S&P Global mencatat meningkatnya penjualan telah mendorong perusahaan menaikkan ketenagakerjaan enam kali dalam 7 bulan pada tingkat tertinggi sejak November 2025. Kenaikan jumlah karyawan membantu manufaktur Indonesia meningkatkan produksi pada Februari 2026. Output mengalami ekspansi pada laju tercepat sejak April 2024.
Ketika terjadi peningkatan, perusahaan mengaitkan hal ini dengan kenaikan permintaan baru. Perusahaan juga mencatat bahwa produksi tambahan digunakan untuk membangun stok untuk bersiap menghadapi kenaikan permintaan mendatang sehingga inventaris pascaproduksi naik selama 4 bulan berjalan.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.860 - Rp16.910 per dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :