Proyek Gas Mako Masuk Tahap FID, Target Produksi Perdana di 2027
Senin, 02 Maret 2026 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Djoko menegaskan SKK Migas akan mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan tepat waktu, tepat biaya, serta mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi. Tahap implementasi pasca-FID mencakup kegiatan engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start-up.
Baca Juga: Belanja Hulu Migas 2020–2025 Capai Rp725 Triliun, Serap TKDN Rp388 Triliun
Chairman Conrad Asia Energy Peter Botten menyampaikan FID proyek Gas Mako dapat terwujud berkat kolaborasi erat antara KKKS Wilayah Kerja Duyung, SKK Migas, instansi pemerintah terkait, PLN EPI sebagai offtaker, serta mitra nasional. Sinergi tersebut dinilai krusial dalam memastikan kesiapan teknis dan finansial proyek.
Sementara itu, CEO Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo menyatakan keterlibatan pihaknya merupakan komitmen jangka panjang mendukung ketahanan energi nasional. “Dengan pengalaman panjang dan teruji sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.
Proyek Mako telah melalui tahap Pre-FID pada 2025 dan kini memasuki fase konstruksi menuju target first gas pada November 2027. Kehadiran Lapangan Gas Mako diharapkan memperkuat produksi gas nasional sekaligus menopang keberlanjutan sektor hulu migas Indonesia dalam jangka panjang.
Baca Juga: Belanja Hulu Migas 2020–2025 Capai Rp725 Triliun, Serap TKDN Rp388 Triliun
Chairman Conrad Asia Energy Peter Botten menyampaikan FID proyek Gas Mako dapat terwujud berkat kolaborasi erat antara KKKS Wilayah Kerja Duyung, SKK Migas, instansi pemerintah terkait, PLN EPI sebagai offtaker, serta mitra nasional. Sinergi tersebut dinilai krusial dalam memastikan kesiapan teknis dan finansial proyek.
Sementara itu, CEO Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo menyatakan keterlibatan pihaknya merupakan komitmen jangka panjang mendukung ketahanan energi nasional. “Dengan pengalaman panjang dan teruji sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.
Proyek Mako telah melalui tahap Pre-FID pada 2025 dan kini memasuki fase konstruksi menuju target first gas pada November 2027. Kehadiran Lapangan Gas Mako diharapkan memperkuat produksi gas nasional sekaligus menopang keberlanjutan sektor hulu migas Indonesia dalam jangka panjang.
(nng)
Lihat Juga :