Iran Blokade Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Impor BBM dan LPG Indonesia dari AS

Senin, 02 Maret 2026 - 19:40 WIB
loading...
Iran Blokade Selat Hormuz,...
Pemerintah membahas terkait kondisi geopolitik terkini di Timur Tengah dampaknya terhadap impor migas Indonesia dari AS. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (2/3/2026). Pembahasan terkait penutupan Selat Hormuz pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

“Sebagai pembantu Presiden dipanggil harus menghadap dulu, habis ini baru melapor kita,” kata Bahlil kepada awak media setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Bahlil mengungkapkan, pembahasan dengan Presiden Prabowo kemungkinan besar menyangkut kondisi geopolitik terkini di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

“Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” katanya.

Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh

Terkait langkah mitigasi, Bahlil menyatakan pihaknya akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) pada Selasa (3/3/2026) besok. “Nanti, saya besok Insyaallah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan.”



Meski demikian, Bahlil memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman. “Masih cukup, 20 hari.”

Terkait potensi dampak terhadap subsidi energi, ia menyebut hingga saat ini belum ada masalah. Namun, ia tidak menampik kemungkinan terjadinya koreksi harga apabila ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut. “Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” jelasnya.

Baca Juga: Cucu Pendiri Republik Islam Iran Minta Masyarakat Jangan Tinggalkan Jalanan dan Masjid

Mengenai alternatif pasokan, termasuk impor dari Amerika Serikat, Bahlil mengatakan prosesnya masih berjalan sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.

“Impor AS kan sudah saya katakan bahwa impor AS itu setelah ditandatangani baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail. Dan itu kita kasih kesempatan sekitar 60 hari dan sampai hari ini saya pikir kita sebagian kita sudah ambil dari AS terutama LPG. Sebagian sudah kita ambil,” pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Rekomendasi
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Berita Terkini
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved