Berisiko Tambah Beban APBN, Pemerintah Siaga Penuh Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah

Rabu, 04 Maret 2026 - 13:51 WIB
loading...
Berisiko Tambah Beban...
Ketua Fraksi PAN DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah bergerak cepat dan sigap dalam mengantisipasi dampak eskalasi konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Fraksi PAN DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pemerintah bergerak cepat dan sigap dalam mengantisipasi dampak eskalasi konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel. Termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia .

Menurutnya, langkah pemerintah yang memastikan cadangan energi nasional tetap aman merupakan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Putri menyampaikan bahwa pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait kondisi pasokan BBM yang aman menunjukkan bahwa pemerintah telah memiliki skenario mitigasi yang matang.

Indonesia juga telah memiliki diversifikasi sumber impor energi serta kerja sama strategis, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina dengan perusahaan energi asal Amerika Serikat seperti Chevron dan ExxonMobil, sehingga jalur suplai alternatif tetap terbuka apabila terjadi gangguan distribusi global.

Baca Juga: Harga Minyak Lampaui Asumsi APBN, Anggaran Subsidi BBM Dihitung Ulang

Meski demikian, Putri menegaskan bahwa tantangan utama bukan semata pada ketersediaan pasokan, melainkan pada potensi lonjakan harga minyak dunia yang kini telah menyentuh kisaran USD80 per barel. Kenaikan harga ini berisiko meningkatkan tekanan terhadap APBN, terutama pada pos subsidi dan kompensasi energi, serta berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat apabila tidak dikelola secara hati-hati.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Rekomendasi
Wasit Piala Dunia 2026...
Wasit Piala Dunia 2026 yang Dicoret FIFA Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Turun Tangan
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Berita Terkini
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Bukti Transparansi,...
Bukti Transparansi, Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved