Jaga Warisan Dunia, SIG Lindungi Situs Prasejarah Bulu Sipong 4

Rabu, 04 Maret 2026 - 21:53 WIB
loading...
Jaga Warisan Dunia,...
SIG memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya dunia melalui konservasi situs prasejarah Leang Bulu Sipong 4. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Tonasa, memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya dunia melalui konservasi situs prasejarah Leang Bulu Sipong 4 di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Langkah strategis ini bertujuan menjaga keberlanjutan seni cadas tertua di dunia yang diperkirakan berusia 44.000 tahun sekaligus melindungi ekosistem keanekaragaman hayati di sekitar area operasional perusahaan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, penetapan kawasan Bulu Sipong sebagai kawasan konservasi menjadi bukti komitmen SIG dan PT Semen Tonasa terhadap pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan industri dengan lingkungan dan nilai budaya.

“Perusahaan juga berkolaborasi dengan LPPM Universitas Hasanuddin dalam merilis Cultural Heritage Management Plan atas situs prasejarah Bulu Sipong 4. Dokumen tersebut berfungsi sebagai panduan pengelolaan warisan budaya yang dimiliki oleh Perusahaan, termasuk Bulu Sipong yang merupakan situs cagar budaya, sehingga dapat dikelola dengan baik secara berkelanjutan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada,” kata Vita dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3).

Baca Juga: SIG Catat Nihil Fatalitas di 2025, Tegaskan K3 Jadi Nilai Utama

Situs yang terletak di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene ini berada di dalam area tambang tanah liat milik PT Semen Tonasa. Sejak ditemukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar pada 2016, perusahaan langsung mengambil langkah proteksi dengan menetapkan lahan seluas 31,64 hektare, atau sekitar 11,3% dari total luas tambang 280 hektare, sebagai area konservasi yang tidak tersentuh aktivitas penambangan.

Implementasi perlindungan ini diwujudkan melalui peresmian Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong pada 2018. Kawasan ini merupakan bagian penting dari Geopark Maros Pangkep yang kini telah resmi menyandang status sebagai UNESCO Global Geopark. Status internasional tersebut menuntut standar pengelolaan yang ketat guna memastikan integritas arkeologis dan ekologisnya tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Dalam operasional harian, PT Semen Tonasa menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX untuk melakukan pemantauan rutin terhadap getaran dan kualitas udara ambien di sekitar gua. Upaya teknis seperti pengerasan jalan sepanjang 1.800 meter dan penyiraman rutin dilakukan secara konsisten guna menekan paparan debu. Selain itu, pemasangan pagar pembatas sepanjang 1.900 meter juga dilakukan untuk memitigasi risiko kerusakan fisik pada situs.



Selain melindungi peninggalan purbakala, kawasan ini bertransformasi menjadi benteng terakhir bagi flora dan fauna endemik. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 2.898 pohon dari 25 jenis flora tumbuh subur, termasuk kayu eboni, kayu kuku, dan bitti. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi 41 jenis satwa liar, di antaranya adalah monyet dare dan tarsius yang merupakan spesies dilindungi.

Baca Juga: SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi untuk Pembangunan Hunian di Padang

Kualitas lingkungan di area tersebut menunjukkan tren positif yang signifikan, di mana Indeks Kehati Flora naik menjadi 1,54 dan Indeks Kehati Fauna menyentuh angka 2,85 pada 2025. Peningkatan ini membuktikan bahwa kehadiran industri semen dapat berjalan beriringan dengan upaya pemulihan alam dan perlindungan aset bersejarah bangsa.

"Kenaikan nilai Indeks Kehati Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menunjukkan lingkungan kawasan Bulu Sipong yang semakin asri dan menjadi benteng pelindung bagi kelestarian keanekaragaman hayati dan warisan arkeologi di dalamnya. Atas inisiatif strategis ini, SIG dan PT Semen Tonasa mendapat apresiasi dan kehormatan sebagai narasumber pada forum internasional SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts (SPAFACON) 2024 dan Indonesia Geopark Leader Forum 2025 untuk memaparkan program perlindungan situs Bulu Sipong serta program perlindungan Kehati," pungkas Vita.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Implementasi Manajemen...
Implementasi Manajemen Energi Tahun 2023 Hemat 10,42 Juta Setara Barel Minyak
Lewat Sekolah Energi...
Lewat Sekolah Energi Berdikari, Pertamina Ajak Generasi Muda Ikut Gerakan Konservasi Energi
Kemenhut dan WCS Indonesia...
Kemenhut dan WCS Indonesia Siap Lanjutkan Kerja Sama
Giatkan Anak Muda, Billy...
Giatkan Anak Muda, Billy Mambrasar Kembali Ditunjuk Jadi Duta Energi
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved