Rupiah Kian Terpuruk Imbas Perang Timur Tengah, Dolar AS Tembus Rp16.903
Kamis, 05 Maret 2026 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
Dalam perkembangan lain, Presiden Donald Trump secara resmi menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya, sebuah langkah yang dipandang ramah terhadap penurunan suku bunga oleh pasar.
Di Asia, Tiongkok menetapkan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 sebesar 4,5-5 persen pada hari Kamis, sedikit penurunan dari laju 5 persen yang dicapai tahun lalu, yang memberikan ruang untuk upaya yang lebih besar meskipun tidak menentukan untuk mengurangi kelebihan kapasitas industri dan menyeimbangkan kembali perekonomian.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia merespons penilaian lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negative. Afirmasi rating Indonesia pada BBB merefleksikan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Selain itu, penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia.
Kemudian, stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah. Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang meluas, ditopang oleh infrastruktur yang stabil, dan struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah tetap solid dan menunjukkan tren meningkat, didukung oleh inflasi yang terkendali. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen dan meningkat pada 2027, dengan inflasi yang tetap terkendali sesuai sasaran target.
Di Asia, Tiongkok menetapkan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 sebesar 4,5-5 persen pada hari Kamis, sedikit penurunan dari laju 5 persen yang dicapai tahun lalu, yang memberikan ruang untuk upaya yang lebih besar meskipun tidak menentukan untuk mengurangi kelebihan kapasitas industri dan menyeimbangkan kembali perekonomian.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia merespons penilaian lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negative. Afirmasi rating Indonesia pada BBB merefleksikan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Selain itu, penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia.
Kemudian, stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah. Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang meluas, ditopang oleh infrastruktur yang stabil, dan struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah tetap solid dan menunjukkan tren meningkat, didukung oleh inflasi yang terkendali. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen dan meningkat pada 2027, dengan inflasi yang tetap terkendali sesuai sasaran target.
Lihat Juga :