Konflik Iran Lumpuhkan Ekspor Mobil Miliaran Dolar dari Asia ke Timur Tengah

Jum'at, 06 Maret 2026 - 19:17 WIB
loading...
Konflik Iran Lumpuhkan...
Konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS)–Israel yang memasuki hari ketujuh mulai mengguncang perdagangan otomotif global. FOTO/Caixin Global
A A A
DUBAI - Konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS)–Israel yang memasuki hari ketujuh mulai mengguncang perdagangan otomotif global. Perang tersebut menghentikan ekspor kendaraan bernilai miliaran dolar dari Asia ke Timur Tengah, salah satu pasar pertumbuhan utama bagi produsen otomotif kawasan.

Gangguan logistik terjadi setelah pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti akibat meningkatnya risiko keamanan. Situasi diperparah oleh serangan Iran terhadap Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang merupakan pusat transshipment kendaraan terbesar di kawasan tersebut. "Bisnis kami ke Iran benar-benar terhenti," ujar seorang manajer ekspor di produsen otomotif milik China kepada Caixin, dikutip pada Jumat (6/3/2026).

Baca Juga: Iran Berperang, Krisis Energi Negara-negara Ini Makin Parah

Produsen otomotif China menjadi salah satu pihak paling terdampak. Data China Passenger Car Association menunjukkan dari 8,32 juta kendaraan yang diekspor Tiongkok pada 2025, sekitar 1,39 juta unit atau hampir seperenamnya dikirim ke negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan UEA. Bahkan, UEA menerima sekitar 567.000 kendaraan China tahun lalu menegaskan peran Dubai sebagai pusat distribusi untuk pasar Timur Tengah, Afrika Barat, dan Afrika Utara.

Gangguan ini meluas ketika sejumlah perusahaan pelayaran menghentikan layanan ke kawasan tersebut meskipun operator pelabuhan DP World melanjutkan operasi secara terbatas. Akibatnya, jalur logistik global ikut terdampak, termasuk pengiriman dari China ke Eropa yang kini mengalami penundaan hingga 10–15 hari setelah kapal dialihkan melalui Tanjung Harapan.



Dampak serupa juga dirasakan produsen otomotif dari India dan Jepang. Sejumlah perusahaan seperti Tata Motors, Maruti Suzuki, Hyundai Motor India, serta Volkswagen menunda pengiriman ke Timur Tengah dan Afrika Utara untuk menghindari lonjakan biaya logistik, termasuk biaya pengiriman darurat hingga USD2.000 per kontainer serta premi asuransi risiko perang.

Baca Juga: Kim Jong-un: Jika Iran Minta, Satu Rudal Saja Cukup untuk Lenyapkan Israel

Data perdagangan menunjukkan India mengekspor mobil senilai sekitar USD8,8 miliar pada 2025 dengan sekitar 25% ditujukan ke pasar Timur Tengah. Sementara, ekspor kendaraan Korea Selatan ke kawasan tersebut mencapai USD5,3 miliar pada periode yang sama, menjadikan salah satu pasar penting bagi industri otomotif Asia.

Konflik ini juga mengancam prospek pertumbuhan pasar otomotif Timur Tengah yang selama ini menjadi tujuan ekspansi produsen global. Firma konsultan AlixPartners memproyeksikan merek China dapat meraih pangsa pasar 34% di Timur Tengah dan Afrika pada 2030, naik dari 10% pada 2024. Namun jika konflik berkepanjangan, gangguan logistik dan terhambatnya investasi infrastruktur berpotensi memperlambat ekspansi industri otomotif di kawasan tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Pakta Keamanan Rusia...
Pakta Keamanan Rusia dan Iran Akan Guncang Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved