Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah

Senin, 09 Maret 2026 - 10:15 WIB
loading...
Rupiah Tembus Rp17.000...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (9/3) melemah hingga menembus level Rp17.000 per dolar AS. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (9/3) melemah hingga menembus level Rp17.000 per dolar AS. Pelemahan ini mencatatkan rekor terendah baru dalam sejarah, melampaui level terburuk saat krisis moneter 1998 maupun periode pandemi COVID-19.

"Dalam satu dekade terakhir, tax ratio Indonesia selalu berada di kisaran 9% hingga 10% terhadap PDB. Bahkan, angkanya cenderung menurun seperti yang terjadi pada tahun lalu dari 10,08% pada 2024 menjadi 9,31% pada 2025," ujar Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya dikutip Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Perang AS-Iran Masuk Hari Ketujuh, Rupiah Terseret Dekati Rp17.000/USD

Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.019 per dolar AS atau melemah 0,56% dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di posisi Rp16.925 per dolar AS. Nilai tukar tersebut juga melampaui pelemahan terdalam pada Maret 2020 saat pandemi Covid-19 yang berada di kisaran Rp16.600–Rp16.700 per dolar AS serta level intraday terburuk saat krisis moneter 1998 yang sempat menyentuh sekitar Rp16.800 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia. Won Korea memimpin pelemahan dengan penurunan 0,85%, diikuti yen Jepang yang turun 0,58%, ringgit Malaysia melemah 0,49%, serta rupee India yang terkoreksi 0,16%.



Ibrahim memprediksi pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp16.850 hingga Rp17.010 per dolar AS sepanjang pekan ini. Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh sejumlah sentimen domestik maupun global yang memengaruhi kepercayaan pasar.

Dari sisi domestik, salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah keputusan lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang menurunkan prospek ekonomi Indonesia menjadi negatif. Penilaian tersebut antara lain menyoroti rendahnya rasio pajak Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga: IHSG Ambruk 4,94% Pagi Ini, Seluruh Sektor Merana

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati besarnya belanja sosial pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkirakan memakan porsi sekitar 1,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) selama periode 2025–2029. Kondisi ini dinilai memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan disiplin fiskal.

Dari sisi global, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah memasuki hari ketujuh turut menambah tekanan di pasar keuangan. Konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

“Harga minyak yang lebih tinggi cenderung memicu inflasi dan dapat membuat para pembuat kebijakan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga dalam waktu dekat,” pungkas Ibrahim.

Situasi tersebut mendorong investor global meningkatkan kepemilikan aset aman (safe haven) seperti dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Rekomendasi
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
10 Momen Kekhilafan...
10 Momen Kekhilafan Terburuk dalam Sejarah Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved