Rupiah Tembus Rp17.000 per USD, Purbaya: Ekonomi Sedang Ekspansi

Senin, 09 Maret 2026 - 18:29 WIB
loading...
Rupiah Tembus Rp17.000...
Menkeu Purbaya merespons, kejatuhan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS, ditambah ambruknya IHSG bukan sebagai sinyal resesi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa merespons, kejatuhan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS, ditambah ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bukan sebagai sinyal resesi ekonomi . Purbaya menepis kekhawatiran sejumlah pihak yang menyamakan kondisi saat ini dengan tanda-tanda krisis moneter tahun 1998.

Purbaya menegaskan bahwa indikator ekonomi nasional saat ini menunjukkan performa yang berbeda dari asumsi resesi yang beredar di kalangan pengamat. Baca Juga: Banyak Ekonom Sebut RI Sudah Resesi, Purbaya: Daya Beli Masih Ada, Kita Jauh dari Krisis

"Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi. Gitu lah. Daya beli sudah hancur, tidak seperti itu. Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian, dan boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum," tegas Purbaya usai sidak Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026).



Meskipun pasar saham sedang bergejolak, Purbaya meminta para investor untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan. Ia meyakinkan bahwa pemerintah terus menjaga fondasi ekonomi agar tetap kokoh di tengah tekanan eksternal global.

"Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan. Jadi investor di pasar saham nggak usah takut, pondasi kita jaga betul," lanjutnya.

Baca Juga: Momen Purbaya Ditodong THR saat Sidak ke Tanah Abang: Janjikan Akhir Tahun Ekonomi Tumbuh

Menkeu Purbaya juga menekankan, bahwa Indonesia telah memiliki rekam jejak yang teruji dalam menghadapi berbagai guncangan ekonomi global, mulai dari krisis 2008 hingga pandemi 2020. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan mitigasi yang tepat saat ini.

"Kita sudah tahu krisis 98 apa penyebabnya, kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh, kita tumbuh bagus kan. 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas. Jadi teman-teman nggak usah takut, kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi," jelas Purbaya.

Purbaya memastikan, bahwa momentum pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga melalui langkah-langkah strategis yang akan diambil pemerintah secara berkala guna menetralisir dampak negatif dari volatilitas pasar keuangan global.

"Yang jelas kalau pengalaman 2008, 2020, 2015, kita bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kita," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved