KBI Perkuat Sistem Resi Gudang Dukung Swasembada Pangan
Selasa, 10 Maret 2026 - 08:17 WIB
loading...
Direksi PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) saat menghadiri kegiatan Media Gathering PT Kliring Berjangka Indonesia Senin (10/3/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) memperkuat peran dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG). Menjelang musim panen 2026, perusahaan menargetkan sosialisasi sistem registrasi resi gudang Is-Ware Next Gen kepada lebih dari 160 institusi dan organisasi.
"Melalui program Ramadan Bergerak, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga amanah tidak hanya diwujudkan melalui kinerja operasional, tetapi juga melalui peningkatan layanan dan edukasi kepada para pemangku kepentingan. Sosialisasi Is-Ware Next Gen merupakan bagian dari upaya PT KBI untuk memastikan sistem registrasi resi Gudang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional KBI, Saidu Solihin di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Transaksi Perdagangan Berjangka Capai 5,5 Juta Lot hingga Juli 2025
KBI yang merupakan anggota Holding BUMN Danareksa menjalankan program tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan amanah sebagai pionir Pusat Registrasi Resi Gudang (PusReg RG). Program sosialisasi ini juga sejalan dengan kegiatan tahunan perusahaan bertajuk Ramadan Bergerak yang mengusung tema "Menjaga Amanah, Mengalirkan Keberkahan".
Upaya penguatan sistem registrasi resi gudang menjadi semakin relevan menjelang puncak musim panen padi pada Maret hingga April 2026. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi gabah diperkirakan mencapai 17,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara sekitar 10,16 juta ton beras, dengan panen yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.
Dalam kondisi panen raya yang biasanya diikuti penurunan harga gabah, SRG menjadi salah satu alternatif solusi bagi petani untuk menunda penjualan hingga harga lebih stabil. Melalui sistem yang dikelola KBI, komoditas yang disimpan di gudang dapat tercatat secara resmi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembiayaan sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan pangan.
Baca Juga: Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
Selain untuk pembiayaan tunda jual, resi gudang juga dapat dimanfaatkan dalam manajemen stok dan mendukung kegiatan ekspor komoditas seperti rumput laut. Sejak dikembangkan, sistem Is-Ware Next Gen telah dimanfaatkan di 10 daerah sentra komoditas, antara lain Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
Hingga Februari 2026, KBI mencatat total komoditas yang terdaftar mencapai 502 ton seiring persiapan menghadapi puncak musim panen. Selain sosialisasi sistem, perusahaan juga menjalankan kegiatan sosial melalui program Ramadan Bergerak serta berpartisipasi dalam program Mudik Bersama BUMN yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret 2026 dengan menyiapkan 14 bus bagi masyarakat.
"Melalui program Ramadan Bergerak, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga amanah tidak hanya diwujudkan melalui kinerja operasional, tetapi juga melalui peningkatan layanan dan edukasi kepada para pemangku kepentingan. Sosialisasi Is-Ware Next Gen merupakan bagian dari upaya PT KBI untuk memastikan sistem registrasi resi Gudang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional KBI, Saidu Solihin di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Transaksi Perdagangan Berjangka Capai 5,5 Juta Lot hingga Juli 2025
KBI yang merupakan anggota Holding BUMN Danareksa menjalankan program tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan amanah sebagai pionir Pusat Registrasi Resi Gudang (PusReg RG). Program sosialisasi ini juga sejalan dengan kegiatan tahunan perusahaan bertajuk Ramadan Bergerak yang mengusung tema "Menjaga Amanah, Mengalirkan Keberkahan".
Upaya penguatan sistem registrasi resi gudang menjadi semakin relevan menjelang puncak musim panen padi pada Maret hingga April 2026. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi gabah diperkirakan mencapai 17,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara sekitar 10,16 juta ton beras, dengan panen yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.
Dalam kondisi panen raya yang biasanya diikuti penurunan harga gabah, SRG menjadi salah satu alternatif solusi bagi petani untuk menunda penjualan hingga harga lebih stabil. Melalui sistem yang dikelola KBI, komoditas yang disimpan di gudang dapat tercatat secara resmi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembiayaan sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan pangan.
Baca Juga: Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
Selain untuk pembiayaan tunda jual, resi gudang juga dapat dimanfaatkan dalam manajemen stok dan mendukung kegiatan ekspor komoditas seperti rumput laut. Sejak dikembangkan, sistem Is-Ware Next Gen telah dimanfaatkan di 10 daerah sentra komoditas, antara lain Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
Hingga Februari 2026, KBI mencatat total komoditas yang terdaftar mencapai 502 ton seiring persiapan menghadapi puncak musim panen. Selain sosialisasi sistem, perusahaan juga menjalankan kegiatan sosial melalui program Ramadan Bergerak serta berpartisipasi dalam program Mudik Bersama BUMN yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret 2026 dengan menyiapkan 14 bus bagi masyarakat.
(nng)
Lihat Juga :