Ekspansi Bisnis Baru, SIG dan Perusahaan Asal Jepang Kembangkan Soil Stabilization
Rabu, 11 Maret 2026 - 14:40 WIB
loading...
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menjalin kerja sama bisnis soil stabilization atau penstabil tanah dengan perusahaan asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menjalin kerja sama bisnis soil stabilization atau penstabil tanah dengan perusahaan asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan kondisi tanah di berbagai wilayah Indonesia sekaligus menciptakan pasar baru di sektor bahan bangunan.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas portofolio bisnis perusahaan sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.
"SIG memahami kebutuhan pembangunan pelanggan yang berbeda-beda, termasuk penanganan kondisi pra konstruksi untuk memastikan ketahanan bangunan atau jalan dalam jangka panjang. Kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation dalam bisnis soil stabilization sekaligus menjadi langkah strategis ekspansi bisnis SIG untuk menciptakan peluang pasar," kata Indrieffouny Indra, dalam keterangan pers, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Investasi Rp1,4 Triliun, SIG Siapkan Fasilitas Ekspor 1 Juta Ton Semen
Soil stabilization merupakan material yang dirancang untuk memadatkan tanah lunak seperti tanah ekspansif, gambut, tanah berorganisme tinggi, tanah liat laut, hingga tanah liat serpihan. Teknologi ini dibutuhkan untuk memperkuat fondasi konstruksi agar mampu beradaptasi dengan kondisi geografis yang beragam.
Kerja sama tersebut mencakup proses pengembangan, produksi hingga pemasaran dan penjualan produk soil stabilization. Kolaborasi ini melibatkan sejumlah entitas bisnis dari kedua perusahaan, antara lain PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Mitra Kiara Indonesia, serta Taiheiyo International Indonesia.
Penandatanganan perjanjian bisnis soil stabilization dilakukan pada Januari 2026 di kantor Taiheiyo Cement Corporation di Tokyo, Jepang. Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama PT Mitra Kiara Indonesia Mirza Whibowo Soenarto, President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation Yoshifumi Taura, serta Direktur Utama PT Taiheiyo International Indonesia Makoto Nakano.
Baca Juga: SIG Bukukan Laba Rp114,84 Miliar, Catat Penjualan 27,46 Juta Ton
Menurut Indrieffouny, kerja sama ini merupakan perluasan kemitraan strategis yang telah terjalin antara SIG dan Taiheiyo Cement Corporation. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi SIG sebagai pemimpin industri bahan bangunan di Indonesia.
President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation Yoshifumi Taura menyatakan, stabilisasi tanah telah menjadi salah satu bidang kolaborasi penting sejak kedua perusahaan menjalin kemitraan strategis.
"Melalui kolaborasi baru ini, kami menyambut baik terbentuknya kerangka kerja sama yang lebih kuat untuk memperkuat struktur penjualan serta memperluas peluang pasar. Kami meyakini bahwa sinergi kapabilitas kelima perusahaan akan mempercepat penyediaan solusi berkualitas tinggi yang berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan berkelanjutan Indonesia," kata Yoshifumi Taura.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas portofolio bisnis perusahaan sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.
"SIG memahami kebutuhan pembangunan pelanggan yang berbeda-beda, termasuk penanganan kondisi pra konstruksi untuk memastikan ketahanan bangunan atau jalan dalam jangka panjang. Kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation dalam bisnis soil stabilization sekaligus menjadi langkah strategis ekspansi bisnis SIG untuk menciptakan peluang pasar," kata Indrieffouny Indra, dalam keterangan pers, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Investasi Rp1,4 Triliun, SIG Siapkan Fasilitas Ekspor 1 Juta Ton Semen
Soil stabilization merupakan material yang dirancang untuk memadatkan tanah lunak seperti tanah ekspansif, gambut, tanah berorganisme tinggi, tanah liat laut, hingga tanah liat serpihan. Teknologi ini dibutuhkan untuk memperkuat fondasi konstruksi agar mampu beradaptasi dengan kondisi geografis yang beragam.
Kerja sama tersebut mencakup proses pengembangan, produksi hingga pemasaran dan penjualan produk soil stabilization. Kolaborasi ini melibatkan sejumlah entitas bisnis dari kedua perusahaan, antara lain PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Mitra Kiara Indonesia, serta Taiheiyo International Indonesia.
Penandatanganan perjanjian bisnis soil stabilization dilakukan pada Januari 2026 di kantor Taiheiyo Cement Corporation di Tokyo, Jepang. Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama PT Mitra Kiara Indonesia Mirza Whibowo Soenarto, President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation Yoshifumi Taura, serta Direktur Utama PT Taiheiyo International Indonesia Makoto Nakano.
Baca Juga: SIG Bukukan Laba Rp114,84 Miliar, Catat Penjualan 27,46 Juta Ton
Menurut Indrieffouny, kerja sama ini merupakan perluasan kemitraan strategis yang telah terjalin antara SIG dan Taiheiyo Cement Corporation. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi SIG sebagai pemimpin industri bahan bangunan di Indonesia.
President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation Yoshifumi Taura menyatakan, stabilisasi tanah telah menjadi salah satu bidang kolaborasi penting sejak kedua perusahaan menjalin kemitraan strategis.
"Melalui kolaborasi baru ini, kami menyambut baik terbentuknya kerangka kerja sama yang lebih kuat untuk memperkuat struktur penjualan serta memperluas peluang pasar. Kami meyakini bahwa sinergi kapabilitas kelima perusahaan akan mempercepat penyediaan solusi berkualitas tinggi yang berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan berkelanjutan Indonesia," kata Yoshifumi Taura.
(nng)
Lihat Juga :