Fit and Proper Test DK OJK, Hasan Fawzi Paparkan Strategi Reformasi Integritas Pasar Modal
Rabu, 11 Maret 2026 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Dengan langkah tersebut, pasar modal Indonesia diharapkan semakin kredibel, investable, serta mampu menjadi motor pembiayaan pembangunan nasional secara berkelanjutan.
"Sebagai respons kebijakan dan rumusan solusi terhadap berbagai pemetaan masalah dan tantangan struktural tersebut, kami merumuskan sebuah kerangka solusi strategis yang kami namakan Integralitas," kata Hasan yang saat ini menjabat Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, Otoritas Jasa Keuangan.
Hasan memperkenalkan, kerangka strategi reformasi yang disebut Integralitas, yakni pendekatan reformasi integritas yang dilakukan secara menyeluruh.
Kerangka ini akan menjadi payung kebijakan untuk menjalankan delapan rencana aksi reformasi yang dikelompokkan dalam lima klaster utama, yakni integrasi, granularitas, likuiditas, transparansi, dan akuntabilitas.
Pada klaster integrasi, fokus diarahkan pada penguatan koordinasi dan sinergi lintas lembaga, termasuk kementerian, regulator, self-regulatory organization (SRO) di pasar modal, aparat penegak hukum, serta pelaku industri.
Sementara pada klaster granularitas, reformasi akan difokuskan pada peningkatan kualitas data melalui penguatan detail informasi kepemilikan saham perusahaan terbuka serta klasifikasi investor yang lebih rinci hingga mencapai sedikitnya 28 sub-tipe investor.
"Sebagai respons kebijakan dan rumusan solusi terhadap berbagai pemetaan masalah dan tantangan struktural tersebut, kami merumuskan sebuah kerangka solusi strategis yang kami namakan Integralitas," kata Hasan yang saat ini menjabat Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, Otoritas Jasa Keuangan.
Hasan memperkenalkan, kerangka strategi reformasi yang disebut Integralitas, yakni pendekatan reformasi integritas yang dilakukan secara menyeluruh.
Kerangka ini akan menjadi payung kebijakan untuk menjalankan delapan rencana aksi reformasi yang dikelompokkan dalam lima klaster utama, yakni integrasi, granularitas, likuiditas, transparansi, dan akuntabilitas.
Pada klaster integrasi, fokus diarahkan pada penguatan koordinasi dan sinergi lintas lembaga, termasuk kementerian, regulator, self-regulatory organization (SRO) di pasar modal, aparat penegak hukum, serta pelaku industri.
Sementara pada klaster granularitas, reformasi akan difokuskan pada peningkatan kualitas data melalui penguatan detail informasi kepemilikan saham perusahaan terbuka serta klasifikasi investor yang lebih rinci hingga mencapai sedikitnya 28 sub-tipe investor.
Lihat Juga :