Stok BBM Aman, Pengamat: Masyarakat Perlu Diedukasi Biar Tak Panic Buying

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:46 WIB
loading...
Stok BBM Aman, Pengamat:...
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Stok operasional BBM Indonesia cukup 20 hari ke depan bukan menandakan bahwa cadangan BBM akan habis setelahnya. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan masyarakat perlu diedukasi bahwa ketersedian 20 hari itu berkaitan dengan kapasitas daya tampung atau storage BBM yang dimiliki oleh Indonesia.

"Setelah 20 hari, stok di storage itu akan bisa diisi lagi. Jadi sebenarnya ini kondisi baik-baik saja," kata Komaidi saat menjadi salah satu pembicara pada Energy Iftar Forum 2026 yang diadakan Energy Hub di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Komaidi membandingkan dengan storage BBM di beberapa negara Asia Tenggara. Ia mencontohkan Vietnam hanya cukup untuk 15 hari, Laos memiliki storage dengan kapasitas 10 hari. Lalu negara tetangga lainnya, kata dia, seperti Australia memiliki storage BBM untuk 50 hari.

Baca Juga : Stok BBM Indonesia Cukup untuk 23 Hari, Bahlil: Nggak Perlu Panic Buying

Sebaliknya Jepang memiliki ketersediaan BBM hingga 254 hari karena Jepang dalam sejarahnya bukan negara penghasil BBM sehingga mengharuskan negara itu memiliki daya tampung BBM dengan volume besar.

"Mari sampaikan kepada khalayak agar tidak perlu ada kekhawatiran kalau memasuki Idul Fitri nanti stok BBM akan habis," ujar Komaidi.

Sebelumnya sempat muncul kegaduhan dan kepanikan setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut ketersediaan BBM Indonesia aman untuk 20 hari ke depan. Kondisi itu menjadi kontras karena Jepang memiliki stok hingga 254 hari namun pemerintahannya langsung melakukan koordinasi menyusul terjadinya perang Iran versi Amerika Serika-Israel.

Komaidi menyarankan kepada pemerintah dan Pertamina agar meningkatkan kapasitas stok penyimpanan nasional untuk minyak mentah dan hasil olahan minyak. Saat ini, kata dia, rata-rata kapasitas stok nasional hanya cukup untuk 14-30 hari. "Setidaknya Indonesia itu mampu menyamai Australia yang sampai 50 hari," katanya.

Baca Juga : Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang

Mengenai situasi sekarang dengan ketegangan di Timur Tengah yang belum mereda, Komaidi berharap pemerintah mengalihkan jalur impor dari Selat Hormuz ke jalur lain. Ia mengatakan saat ini masih banyak negara pemasok BBM yang tidak terlibat konflik. Hanya saja dengan pengalihan kapasitas impor yang melewati Selat Hormuz, tentunya berdampak terhadap adanya penambahan cost operasional.

"Pemerintah tinggal menambah cost impornya saja sehingga kecukupan pasokan BBM kita tidak terpengaruh dengan situasi perang Iran vs Israel dan AS," ujar Komaidi.

Energy Iftar Forum 2026 merupakan ruang dialog strategis antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan praktisi untuk memperkuat koordinasi serta merumuskan rekomendasi kebijakan dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energimenjelang Idulfitri. Melalui kolaborasi yang kuat antaraberbagai pemangku kepentingan, sektor energi Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan ketahanan sistem energi, serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Forum ini menghadirkan berbagai tokoh dan praktisi di bidang energi. Hadir sebagai pembicara Ketua Umum ASPEBINDO, Dr Anggawira; Laode Sulaeman (Direktur Jenderal Minyak dan Gas ESDM, Prasetyo), Direktur Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Mars Ega Legowo, Presiden Direktur PT Pertamina Patra Niaga, Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner, Budi Santoso, Direktur Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Mineral MIND ID, Putut Agung Nugroho, Sr Expert Project, CPM - Direktorat Infrastruktur dan Logistik PT Pertamina Persero dan Tommy Jamail sebagai praktisi energi.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Rekomendasi
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
Infografis
Bahlil Beri Sinyal Ojek...
Bahlil Beri Sinyal Ojek Online Tak Dapat BBM Subsidi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved