23 Ribu Mobil Listrik Dipakai Mudik, PLN Siapkan Ribuan SPKLU di Sumatera-Jawa-Bali
Jum'at, 13 Maret 2026 - 08:31 WIB
loading...
EVP Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal mengatakan, PLN menyiapkan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik strategis di seluruh Indonesia saat mudik Lebaran 2026. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H. PLN menyiapkan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 titik strategis di seluruh Indonesia guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik saat mudik Lebaran 2026.
Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal mengatakan, PLN berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Sekaligus memastikan pengalaman perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi para pengguna kendaraan listrik.
“Kami memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di seluruh jalur mudik utama. PLN telah menyiapkan ribuan SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran,” katanya, Jumat (12/3/2026). Baca juga: Menhub Perkirakan Lebih Dari 143 Juta Orang Mudik Lebaran 2026
PLN memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik pada Lebaran 2026 akan mencapai sekitar 23 ribu kendaraan. Angka ini meningkat 1,6 kali lipat dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, PLN mendukung penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui pengembangan infrastruktur SPKLU, layanan digital, serta kolaborasi dengan berbagai mitra. “Dengan kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami siapkan, PLN berharap masyarakat dapat merasakan pengalaman mudik dengan kendaraan listrik yang aman, nyaman, dan bebas hambatan,” lanjutnya.
Secara khusus, PLN menyiagakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik jalur mudik utama Sumatera–Jawa–Bali. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan penambahan infrastruktur tersebut, rata-rata jarak antar SPKLU di jalur mudik kini hanya sekitar 22 km. Pengguna kendaraan listrik pun dapat lebih mudah menemukan fasilitas pengisian daya selama perjalanan.
Untuk memastikan layanan berjalan optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026, PLN juga menyiagakan lebih dari 5.000 personel yang bertugas selama 24 jam dengan sistem shift. Selain itu, PLN menghadirkan 15 unit SPKLU Mobile yang ditempatkan di berbagai exit tol strategis. Unit ini bersifat borderless, sehingga dapat bergerak lintas kota maupun provinsi untuk membantu kendaraan listrik yang mengalami kendala atau kehabisan daya di tengah perjalanan.
Untuk menghadapi lonjakan mobilitas selama mudik Lebaran 2026, PLN juga melakukan penambahan 149 unit SPKLU baru berkapasitas tinggi 180–200 kW yang ditempatkan di jalur mudik dan lokasi strategis. Sebanyak 54 unit di antaranya telah terpasang sejak Desember 2025, sementara sisanya akan menyusul hingga menjelang periode mudik.
Penguatan infrastruktur juga dilakukan di sejumlah koridor perjalanan penting, yaitu jalur selatan Jawa, penghubung utara–selatan Pulau Jawa, Tol Medan–Binjai, dan Tol Medan–Pematang Siantar. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengisian daya kendaraan listrik sekaligus mengurangi potensi antrean di titik-titik padat.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik, PLN juga mengembangkan SPKLU Center yang berfungsi sebagai pusat pengisian daya dengan kapasitas lebih besar. Saat ini telah beroperasi 19 SPKLU Center, terdiri dari 8 lokasi di rest area jalan told an 11 lokasi di area non-rest area. Dengan adanya SPKLU Center tersebut, jarak antar pusat pengisian dapat dipadatkan dari sekitar 300 kilometer menjadi 150–200 kilometer. Baca juga: Konsumsi Listrik EV Melonjak Jadi 479% di Sepanjang Periode Nataru 2025/2026
PLN juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PLN Mobile guna memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur. Pertama, Trip Planner, untuk mendapatkan rekomendasi lokasi SPKLU sesuai rute perjalanan
Kedua, AntreEV, fitur pemantauan antrean SPKLU secara real-time untuk memperkirakan waktu pengisian daya. Ketiga, hotline layanan khusus 24 jam, yang dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile maupun WhatsApp di nomor 08777-11-12-123
Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal mengatakan, PLN berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Sekaligus memastikan pengalaman perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi para pengguna kendaraan listrik.
“Kami memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di seluruh jalur mudik utama. PLN telah menyiapkan ribuan SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran,” katanya, Jumat (12/3/2026). Baca juga: Menhub Perkirakan Lebih Dari 143 Juta Orang Mudik Lebaran 2026
PLN memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik pada Lebaran 2026 akan mencapai sekitar 23 ribu kendaraan. Angka ini meningkat 1,6 kali lipat dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, PLN mendukung penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui pengembangan infrastruktur SPKLU, layanan digital, serta kolaborasi dengan berbagai mitra. “Dengan kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami siapkan, PLN berharap masyarakat dapat merasakan pengalaman mudik dengan kendaraan listrik yang aman, nyaman, dan bebas hambatan,” lanjutnya.
Secara khusus, PLN menyiagakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik jalur mudik utama Sumatera–Jawa–Bali. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan penambahan infrastruktur tersebut, rata-rata jarak antar SPKLU di jalur mudik kini hanya sekitar 22 km. Pengguna kendaraan listrik pun dapat lebih mudah menemukan fasilitas pengisian daya selama perjalanan.
Untuk memastikan layanan berjalan optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026, PLN juga menyiagakan lebih dari 5.000 personel yang bertugas selama 24 jam dengan sistem shift. Selain itu, PLN menghadirkan 15 unit SPKLU Mobile yang ditempatkan di berbagai exit tol strategis. Unit ini bersifat borderless, sehingga dapat bergerak lintas kota maupun provinsi untuk membantu kendaraan listrik yang mengalami kendala atau kehabisan daya di tengah perjalanan.
Untuk menghadapi lonjakan mobilitas selama mudik Lebaran 2026, PLN juga melakukan penambahan 149 unit SPKLU baru berkapasitas tinggi 180–200 kW yang ditempatkan di jalur mudik dan lokasi strategis. Sebanyak 54 unit di antaranya telah terpasang sejak Desember 2025, sementara sisanya akan menyusul hingga menjelang periode mudik.
Penguatan infrastruktur juga dilakukan di sejumlah koridor perjalanan penting, yaitu jalur selatan Jawa, penghubung utara–selatan Pulau Jawa, Tol Medan–Binjai, dan Tol Medan–Pematang Siantar. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengisian daya kendaraan listrik sekaligus mengurangi potensi antrean di titik-titik padat.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik, PLN juga mengembangkan SPKLU Center yang berfungsi sebagai pusat pengisian daya dengan kapasitas lebih besar. Saat ini telah beroperasi 19 SPKLU Center, terdiri dari 8 lokasi di rest area jalan told an 11 lokasi di area non-rest area. Dengan adanya SPKLU Center tersebut, jarak antar pusat pengisian dapat dipadatkan dari sekitar 300 kilometer menjadi 150–200 kilometer. Baca juga: Konsumsi Listrik EV Melonjak Jadi 479% di Sepanjang Periode Nataru 2025/2026
PLN juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PLN Mobile guna memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur. Pertama, Trip Planner, untuk mendapatkan rekomendasi lokasi SPKLU sesuai rute perjalanan
Kedua, AntreEV, fitur pemantauan antrean SPKLU secara real-time untuk memperkirakan waktu pengisian daya. Ketiga, hotline layanan khusus 24 jam, yang dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile maupun WhatsApp di nomor 08777-11-12-123
(poe)
Lihat Juga :