Awal Tahun 2026, Pertumbuhan Petikemas IPC TPK Tumbuh 8,7 Persen
Jum'at, 13 Maret 2026 - 21:29 WIB
loading...
Pertumbuhan petikemas di wilayah operasional IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencapai 600.416 TEUs atau meningkat 8,7% dibandingkan periode sama tahun lalu. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan petikemas di wilayah operasional IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencapai 600.416 TEUs atau meningkat 8,7% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara untuk bulan Februari, arus petikemas tercatat 300.525 TEUs atau tumbuh 10,6% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu sebesar 271.521 TEUs.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary mengatakan, capaian ini mencerminkan aktivitas logistik yang tetap terjaga di berbagai wilayah operasional perusahaan pada awal tahun.
“Kami mendukung kebijakan pembatasan operasional angkutan barang dengan melakukan penyesuaian pola operasional serta mengimbau pengguna jasa untuk mengatur kegiatan pengiriman dan pengambilan petikemas lebih awal,” kata Pramestie dalam siaran persnya, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Rekor Tertinggi, IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
Ia juga menegaskan, pihaknya melakukan optimalisasi fasilitas terminal serta peningkatan produktivitas peralatan bongkar muat di berbagai area operasional. Selain itu ia memperkuat penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memastikan setiap aktivitas operasional berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.
Kontribusi terbesar terhadap arus petikemas masih berasal dari terminal di kawasan Tanjung Priok. Hingga Februari 2026, arus petikemas di Tanjung Priok 1 tercatat mencapai 208.198 TEUs, meningkat sekitar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 182.727 TEUs.
Sementara itu, Tanjung Priok 2 mencatat arus petikemas sebesar 286.613 TEUs, tumbuh 6,9 persen dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 268.127 TEUs.
“Kinerja positif juga tercatat di sejumlah terminal IPC TPK di luar Jakarta. Hingga Februari 2026, arus petikemas di Area Pontianak mencapai 43.550 TEUs, meningkat sekitar 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 41.504 TEUs,” terangnya.
Di Area Panjang, arus petikemas tercatat 20.660 TEUs, tumbuh 20,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 17.075 TEUs. Sementara itu Area Teluk Bayur mencatat arus petikemas sebesar 18.561 TEUs, meningkat 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17.220 TEUs.
Pertumbuhan arus petikemas ini menunjukkan aktivitas logistik yang tetap terjaga di berbagai wilayah operasional. Baca Juga: Mengawali Tahun 2026, Realisasi Arus Petikemas IPC TPK Tumbuh 6,82%
“Kami akan terus mendorong komunikasi dan koordinasi lintas fungsi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan kelancaran arus logistik, khususnya pada periode dengan aktivitas distribusi yang meningkat,” tutup Pramestie.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary mengatakan, capaian ini mencerminkan aktivitas logistik yang tetap terjaga di berbagai wilayah operasional perusahaan pada awal tahun.
“Kami mendukung kebijakan pembatasan operasional angkutan barang dengan melakukan penyesuaian pola operasional serta mengimbau pengguna jasa untuk mengatur kegiatan pengiriman dan pengambilan petikemas lebih awal,” kata Pramestie dalam siaran persnya, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Rekor Tertinggi, IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
Ia juga menegaskan, pihaknya melakukan optimalisasi fasilitas terminal serta peningkatan produktivitas peralatan bongkar muat di berbagai area operasional. Selain itu ia memperkuat penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memastikan setiap aktivitas operasional berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.
Kontribusi terbesar terhadap arus petikemas masih berasal dari terminal di kawasan Tanjung Priok. Hingga Februari 2026, arus petikemas di Tanjung Priok 1 tercatat mencapai 208.198 TEUs, meningkat sekitar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 182.727 TEUs.
Sementara itu, Tanjung Priok 2 mencatat arus petikemas sebesar 286.613 TEUs, tumbuh 6,9 persen dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 268.127 TEUs.
“Kinerja positif juga tercatat di sejumlah terminal IPC TPK di luar Jakarta. Hingga Februari 2026, arus petikemas di Area Pontianak mencapai 43.550 TEUs, meningkat sekitar 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 41.504 TEUs,” terangnya.
Di Area Panjang, arus petikemas tercatat 20.660 TEUs, tumbuh 20,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 17.075 TEUs. Sementara itu Area Teluk Bayur mencatat arus petikemas sebesar 18.561 TEUs, meningkat 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17.220 TEUs.
Pertumbuhan arus petikemas ini menunjukkan aktivitas logistik yang tetap terjaga di berbagai wilayah operasional. Baca Juga: Mengawali Tahun 2026, Realisasi Arus Petikemas IPC TPK Tumbuh 6,82%
“Kami akan terus mendorong komunikasi dan koordinasi lintas fungsi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan kelancaran arus logistik, khususnya pada periode dengan aktivitas distribusi yang meningkat,” tutup Pramestie.
(akr)
Lihat Juga :