Impor Darurat, Dua Kargo LPG dari Australia Masuk Minggu Ini
Minggu, 15 Maret 2026 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz turut memengaruhi aktivitas pengiriman energi milik Indonesia. Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di perairan Teluk Arab dan belum dapat melintasi jalur tersebut.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama perusahaan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri terus melakukan komunikasi diplomatik dengan Iran agar kapal-kapal tersebut dapat melintas dengan aman.
Baca Juga: Iran Blokade Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Impor BBM dan LPG Indonesia dari AS
Sebelumnya, Ketua Dewan Energi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan juga memastikan pasokan bahan bakar dan LPG nasional tetap mencukupi. Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk optimalisasi kilang dan koordinasi dengan pemasok global.
Penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi lebih dari 20% pasokan minyak dunia telah mendorong harga minyak mentah global melonjak hingga sekitar USD113 per barel. Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama perusahaan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri terus melakukan komunikasi diplomatik dengan Iran agar kapal-kapal tersebut dapat melintas dengan aman.
Baca Juga: Iran Blokade Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Impor BBM dan LPG Indonesia dari AS
Sebelumnya, Ketua Dewan Energi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan juga memastikan pasokan bahan bakar dan LPG nasional tetap mencukupi. Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk optimalisasi kilang dan koordinasi dengan pemasok global.
Penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi lebih dari 20% pasokan minyak dunia telah mendorong harga minyak mentah global melonjak hingga sekitar USD113 per barel. Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
(nng)
Lihat Juga :