Dorong Investasi Publik, BCA Fasilitasi Penjualan SBSN Lebih Rp20 Triliun
Selasa, 17 Maret 2026 - 20:00 WIB
loading...
BCA meraih penghargaan sebagai Mitra Distribusi (Midis) SBSN Ritel Terbaik tahun 2025 dari Kementerian Keuangan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berkomitmen terus meningkatkan literasi keuangan serta memperluas akses investasi bagi masyarakat melalui instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Atas dedikasi tersebut, bank swasta terbesar di Indonesia ini kembali meraih penghargaan sebagai Mitra Distribusi (Midis) SBSN Ritel Terbaik tahun 2025 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
"Pengakuan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus memperluas akses dan edukasi investasi bagi masyarakat Indonesia demi perencanaan keuangan yang lebih baik. BCA meyakini bahwa SBSN merupakan instrumen investasi yang aman dan memberikan passive income serta mudah dijangkau," ujar Senior Vice President Wealth Management BCA, Dessy Nathalia, dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (17/3).
Baca Juga: Lima Tahun Beruntun, BCA Raih Penghargaan Gallup Customer Engagement
Dessy menambahkan, kemudahan akses menjadi kunci utama dalam membangun kebiasaan investasi yang sehat. Menurutnya, instrumen negara seperti SBSN merupakan langkah awal yang tepat bagi masyarakat yang ingin memulai investasi dengan risiko yang terukur namun tetap memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan nasional.
Hingga akhir Desember 2025, antusiasme masyarakat untuk berinvestasi melalui ekosistem BCA menunjukkan tren yang positif. Data internal perusahaan mencatatkan jumlah investor yang bertransaksi melalui BCA mengalami pertumbuhan signifikan lebih dari 19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).
Sepanjang tahun 2025, BCA telah memfasilitasi penjualan empat seri SBSN ritel di Pasar Perdana dengan nilai transaksi yang menyentuh angka lebih dari Rp20 triliun. Capaian ini menegaskan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas instrumen negara serta kemudahan layanan yang diberikan oleh perbankan.
Baca Juga: Bakti BCA Angkat Budaya Sumba sebagai Strategi Dukung Ekonomi Kreatif
Sebagai mitra strategis Kementerian Keuangan, BCA terus berinovasi dalam menyediakan layanan investasi yang ringkas dan terintegrasi. Perusahaan mengoptimalkan platform digital untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, terutama investor muda yang menginginkan kecepatan dan keamanan dalam bertransaksi.
Masyarakat kini dapat melakukan pemesanan SBSN Ritel di Pasar Perdana secara daring melalui fitur investasi di aplikasi myBCA atau KlikBCA Individu. Sementara itu, untuk transaksi di Pasar Sekunder, nasabah dapat memanfaatkan layanan serupa di aplikasi myBCA maupun mengunjungi kantor cabang BCA yang melayani transaksi obligasi.
Melalui integrasi berbagai kanal layanan tersebut, BCA berharap partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan negara melalui SBSN akan terus meningkat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi digital perbankan dalam mendukung penguatan struktur pasar modal syariah di Indonesia.
"Pengakuan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus memperluas akses dan edukasi investasi bagi masyarakat Indonesia demi perencanaan keuangan yang lebih baik. BCA meyakini bahwa SBSN merupakan instrumen investasi yang aman dan memberikan passive income serta mudah dijangkau," ujar Senior Vice President Wealth Management BCA, Dessy Nathalia, dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (17/3).
Baca Juga: Lima Tahun Beruntun, BCA Raih Penghargaan Gallup Customer Engagement
Dessy menambahkan, kemudahan akses menjadi kunci utama dalam membangun kebiasaan investasi yang sehat. Menurutnya, instrumen negara seperti SBSN merupakan langkah awal yang tepat bagi masyarakat yang ingin memulai investasi dengan risiko yang terukur namun tetap memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan nasional.
Hingga akhir Desember 2025, antusiasme masyarakat untuk berinvestasi melalui ekosistem BCA menunjukkan tren yang positif. Data internal perusahaan mencatatkan jumlah investor yang bertransaksi melalui BCA mengalami pertumbuhan signifikan lebih dari 19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).
Sepanjang tahun 2025, BCA telah memfasilitasi penjualan empat seri SBSN ritel di Pasar Perdana dengan nilai transaksi yang menyentuh angka lebih dari Rp20 triliun. Capaian ini menegaskan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas instrumen negara serta kemudahan layanan yang diberikan oleh perbankan.
Baca Juga: Bakti BCA Angkat Budaya Sumba sebagai Strategi Dukung Ekonomi Kreatif
Sebagai mitra strategis Kementerian Keuangan, BCA terus berinovasi dalam menyediakan layanan investasi yang ringkas dan terintegrasi. Perusahaan mengoptimalkan platform digital untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, terutama investor muda yang menginginkan kecepatan dan keamanan dalam bertransaksi.
Masyarakat kini dapat melakukan pemesanan SBSN Ritel di Pasar Perdana secara daring melalui fitur investasi di aplikasi myBCA atau KlikBCA Individu. Sementara itu, untuk transaksi di Pasar Sekunder, nasabah dapat memanfaatkan layanan serupa di aplikasi myBCA maupun mengunjungi kantor cabang BCA yang melayani transaksi obligasi.
Melalui integrasi berbagai kanal layanan tersebut, BCA berharap partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan negara melalui SBSN akan terus meningkat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi digital perbankan dalam mendukung penguatan struktur pasar modal syariah di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :