Jangan Panik Hadapi Guncangan Pasar Kripto! Ini 5 Strategi Wajib Investor di Bear Market
Selasa, 17 Maret 2026 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Itulah kenapa di bear market, Bitcoin secara historis menjadi prioritas utama akumulasi bagi investor. Sebagai aset dengan likuiditas tertinggi, adopsi institusional terbesar, dan rekam jejak pemulihan yang sudah terbukti di setiap siklus, Bitcoin adalah aset yang paling terbukti bisa keluar dari bear market dan mencetak ATH baru.
Trader atau investor yang memasuki bull market berikutnya dengan pemahaman yang lebih matang tentang dinamika pasar cenderung mampu mengambil keputusan yang lebih rasional, terukur, dan disiplin dibandingkan sebelumnya.
- Analisis Teknikal
Pelajari analisis teknikal yang dapat mencakup indikator, struktur, pola dan psikologi pasar. Perdalam juga pemahaman metrik on-chain seperti MVRV Z-Score untuk mengidentifikasi zona undervaluation dan overvaluation. Platform yang umum digunakan antara lain Tradingview, Bitcoin Magazine Pro, Glassnode atau CryptoQuant.
-Analisis Fundamental
Selain mempelajari fundamental aset seperti whitepaper, kegunaan, tokenomics dan lain-lain, pelajari juga bagaimana faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan likuiditas global dapat berkaitan dengan pergerakan pasar crypto.
Analisis fundamental membantumu menilai kualitas aset, sementara pemahaman makro membantumu menentukan timing yang tepat. Kombinasi keduanya yang membedakan investor berbasis analisis dari spekulator yang hanya mengandalkan sentimen.
Kapan short selling efektif dimanfaatkan? Short selling paling efektif digunakan dalam dua kondisi, pertama, saat tren turun sudah terkonfirmasi secara teknikal.
Lalu kedua aaat ada relief rally, yaitu kenaikan harga sementara di tengah bear market yang bisa dimanfaatkan sebagai titik masuk posisi short sebelum harga kembali melanjutkan penurunan.
4. Pertajam Skill dan Analisis
Jika bull market merupakan fase untuk “memanen” hasil akumulasi sebelumnya, bear market adalah momentum ideal untuk membangun keterampilan dan memperdalam analisis. Fase ini memberikan ruang untuk belajar tanpa tekanan euforia pasar.Trader atau investor yang memasuki bull market berikutnya dengan pemahaman yang lebih matang tentang dinamika pasar cenderung mampu mengambil keputusan yang lebih rasional, terukur, dan disiplin dibandingkan sebelumnya.
- Analisis Teknikal
Pelajari analisis teknikal yang dapat mencakup indikator, struktur, pola dan psikologi pasar. Perdalam juga pemahaman metrik on-chain seperti MVRV Z-Score untuk mengidentifikasi zona undervaluation dan overvaluation. Platform yang umum digunakan antara lain Tradingview, Bitcoin Magazine Pro, Glassnode atau CryptoQuant.
-Analisis Fundamental
Selain mempelajari fundamental aset seperti whitepaper, kegunaan, tokenomics dan lain-lain, pelajari juga bagaimana faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan likuiditas global dapat berkaitan dengan pergerakan pasar crypto.
Analisis fundamental membantumu menilai kualitas aset, sementara pemahaman makro membantumu menentukan timing yang tepat. Kombinasi keduanya yang membedakan investor berbasis analisis dari spekulator yang hanya mengandalkan sentimen.
5. Short Selling
Di bear market, ada strategi yang memungkinkan trader yang tetap berpotensi menghasilkan keuntungan meski harga sedang turun, yaitu short selling. Berbeda dengan proses beli dan jual di pasar spot, short selling adalah aktivitas trading yang dapat melibatkan leverage dan membuka posisi jual terhadap kontrak Futures, artinya ketika harga turun kamu bisa mendapatkan keuntungan. Strategi Short selling bisa diterapkan di fitur Pintu Futures untuk perdagangan derivatif crypto.Kapan short selling efektif dimanfaatkan? Short selling paling efektif digunakan dalam dua kondisi, pertama, saat tren turun sudah terkonfirmasi secara teknikal.
Lalu kedua aaat ada relief rally, yaitu kenaikan harga sementara di tengah bear market yang bisa dimanfaatkan sebagai titik masuk posisi short sebelum harga kembali melanjutkan penurunan.
(akr)
Lihat Juga :