Menuju Tujuh Dekade, Astra Perteguh Nilai Catur Dharma
Rabu, 18 Maret 2026 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menekankan bahwa kekuatan Astra terletak pada manusia di dalamnya. Konsep “people legacy” menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan perusahaan lintas generasi.
“People menjadi kekuatan Grup Astra. Kita harus terus mencari dan mengembangkan talenta-talenta baru serta mempersiapkan pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter dan loyalitas,” ujarnya.
Astra menjalankan berbagai program pengembangan, mulai dari rotasi lintas bisnis hingga penugasan strategis, untuk memberikan pengalaman luas bagi calon pemimpin. Proses regenerasi kepemimpinan pun disiapkan secara terencana jauh hari.
“Proses suksesi kepemimpinan tidak terjadi seketika. Kita siapkan beberapa tahun sebelumnya untuk memastikan keberlanjutan,” kata Djony.
Ia menekankan, di tengah perubahan model bisnis dan teknologi, faktor manusia tetap menjadi penentu utama keberhasilan organisasi.
“Perusahaan akan selalu mengalami pergantian generasi, tetapi nilai-nilai yang dijaga bersama akan tetap menjadi pengikat,” ujarnya.
Dalam enam tahun terakhir, Astra mencatat pertumbuhan kinerja yang konsisten. Laba bersih meningkat dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025.
Djony menjelaskan, periode tersebut diwarnai berbagai tantangan, termasuk pandemi Covid-19 yang sempat menekan hampir seluruh lini bisnis. Selain itu, fluktuasi harga komoditas, pelemahan daya beli, dan meningkatnya persaingan industri turut memengaruhi dinamika pasar.
Namun, Astra mampu bertahan berkat diversifikasi portofolio bisnis yang mencakup tujuh lini usaha, yaitu otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur, teknologi informasi, serta properti.
Saat ini, Astra memiliki 321 anak perusahaan dengan lebih dari 190.000 karyawan. “Kemampuan Grup untuk bertahan didukung portofolio bisnis yang terdiversifikasi, pengalaman operasional puluhan tahun, serta sinergi kuat dalam ekosistem Astra,” ujar Djony.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga ditopang oleh etos kerja hands-on yang menekankan kecermatan analisis, perencanaan yang tepat, dan eksekusi yang disiplin.
Ke depan, Astra akan terus memperkuat portofolio bisnis melalui tiga pendekatan utama, yakni optimalisasi bisnis yang ada, pengembangan lini usaha terkait, serta investasi di sektor baru.
Djony mengatakan, Astra telah melakukan ekspansi ke berbagai area, seperti mobil bekas, pembiayaan multiguna, perbankan digital, hingga investasi di sektor kesehatan dan mineral non-batubara.
“People menjadi kekuatan Grup Astra. Kita harus terus mencari dan mengembangkan talenta-talenta baru serta mempersiapkan pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter dan loyalitas,” ujarnya.
Astra menjalankan berbagai program pengembangan, mulai dari rotasi lintas bisnis hingga penugasan strategis, untuk memberikan pengalaman luas bagi calon pemimpin. Proses regenerasi kepemimpinan pun disiapkan secara terencana jauh hari.
“Proses suksesi kepemimpinan tidak terjadi seketika. Kita siapkan beberapa tahun sebelumnya untuk memastikan keberlanjutan,” kata Djony.
Ia menekankan, di tengah perubahan model bisnis dan teknologi, faktor manusia tetap menjadi penentu utama keberhasilan organisasi.
“Perusahaan akan selalu mengalami pergantian generasi, tetapi nilai-nilai yang dijaga bersama akan tetap menjadi pengikat,” ujarnya.
Dalam enam tahun terakhir, Astra mencatat pertumbuhan kinerja yang konsisten. Laba bersih meningkat dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025.
Djony menjelaskan, periode tersebut diwarnai berbagai tantangan, termasuk pandemi Covid-19 yang sempat menekan hampir seluruh lini bisnis. Selain itu, fluktuasi harga komoditas, pelemahan daya beli, dan meningkatnya persaingan industri turut memengaruhi dinamika pasar.
Namun, Astra mampu bertahan berkat diversifikasi portofolio bisnis yang mencakup tujuh lini usaha, yaitu otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur, teknologi informasi, serta properti.
Saat ini, Astra memiliki 321 anak perusahaan dengan lebih dari 190.000 karyawan. “Kemampuan Grup untuk bertahan didukung portofolio bisnis yang terdiversifikasi, pengalaman operasional puluhan tahun, serta sinergi kuat dalam ekosistem Astra,” ujar Djony.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga ditopang oleh etos kerja hands-on yang menekankan kecermatan analisis, perencanaan yang tepat, dan eksekusi yang disiplin.
Ke depan, Astra akan terus memperkuat portofolio bisnis melalui tiga pendekatan utama, yakni optimalisasi bisnis yang ada, pengembangan lini usaha terkait, serta investasi di sektor baru.
Djony mengatakan, Astra telah melakukan ekspansi ke berbagai area, seperti mobil bekas, pembiayaan multiguna, perbankan digital, hingga investasi di sektor kesehatan dan mineral non-batubara.
Lihat Juga :