BI Siaga Menjaga Stabilitas Rupiah Sepanjang Libur Lebaran 2026
Kamis, 19 Maret 2026 - 10:49 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) memastikan tetap mengawal stabilitas nilai tukar Rupiah selama periode libur panjang Idulfitri 1447 H. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan tetap mengawal stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS (USD) selama periode libur panjang Idulfitri 1447 H. Langkah antisipasi ini diambil guna meredam potensi gejolak pasar global yang meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menjelaskan bahwa meskipun pasar keuangan domestik dalam posisi tutup selama masa libur lebaran, pergerakan mata uang Garuda di pasar luar negeri tetap aktif dan memerlukan pengawasan ketat.
“Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026,” tulis Destry dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Baca Juga: Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada sesi terakhir 17 Maret 2026, tercatat pada level Rp16.982 per USD. Peringkat tersebut sedikit merayap naik dari sesi sebelumnya Rp16.990 per USD.
Destry menggarisbawahi bahwa dinamika di pasar internasional dapat memberikan dampak langsung bagi ketahanan ekonomi nasional saat aktivitas perdagangan di dalam negeri kembali dibuka nantinya.
Menurut Destry, meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berjalan dan fluktuasinya dapat berdampak pada ekonomi Indonesia. Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000 per USD, Purbaya: Ekonomi Sedang Ekspansi
Guna menghadapi kemungkinan perluasan konflik di Timur Tengah, BI berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan eksternal melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia. Destry menegaskan, bahwa otoritas moneter siap melakukan langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan secara dinamis.
"Selanjutnya Deputi Gubernur Senior BI kembali menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat Ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yg diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional," tambah keterangan tersebut.
Langkah sigap Bank Indonesia ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski dihadapkan pada ketidakpastian global yang tinggi selama periode hari raya.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menjelaskan bahwa meskipun pasar keuangan domestik dalam posisi tutup selama masa libur lebaran, pergerakan mata uang Garuda di pasar luar negeri tetap aktif dan memerlukan pengawasan ketat.
“Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026,” tulis Destry dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Baca Juga: Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada sesi terakhir 17 Maret 2026, tercatat pada level Rp16.982 per USD. Peringkat tersebut sedikit merayap naik dari sesi sebelumnya Rp16.990 per USD.
Destry menggarisbawahi bahwa dinamika di pasar internasional dapat memberikan dampak langsung bagi ketahanan ekonomi nasional saat aktivitas perdagangan di dalam negeri kembali dibuka nantinya.
Menurut Destry, meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berjalan dan fluktuasinya dapat berdampak pada ekonomi Indonesia. Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000 per USD, Purbaya: Ekonomi Sedang Ekspansi
Guna menghadapi kemungkinan perluasan konflik di Timur Tengah, BI berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan eksternal melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia. Destry menegaskan, bahwa otoritas moneter siap melakukan langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan secara dinamis.
"Selanjutnya Deputi Gubernur Senior BI kembali menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat Ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yg diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional," tambah keterangan tersebut.
Langkah sigap Bank Indonesia ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski dihadapkan pada ketidakpastian global yang tinggi selama periode hari raya.
(akr)
Lihat Juga :