Bitcoin Melemah Usai Pertemuan The Fed, Investor Waspadai Sinyal Hawkish

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:25 WIB
loading...
Bitcoin Melemah Usai...
Harga Bitcoin mengalami koreksi setelah hasil pertemuan FOMC memberikan sinyal kebijakan moneter yang tetap ketat. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Harga Bitcoin mengalami koreksi ke kisaran USD70.000 setelah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) memberikan sinyal kebijakan moneter yang tetap ketat. Penurunan ini dipicu oleh revisi target inflasi Amerika Serikat (AS) menjadi 2,7% serta keputusan bank sentral yang mempertahankan suku bunga pada level 3,50% hingga 3,75%.

"Keputusan FOMC yang mempertahankan suku bunga acuan serta revisi naik proyeksi inflasi menunjukkan arah kebijakan The Fed yang masih cenderung hawkish. Pasar pun menangkap sinyal bahwa inflasi belum turun secepat harapan, sehingga likuiditas ke aset berisiko seperti kripto menjadi lebih terbatas," ujar Vice President Indodax Antony Kusuma seperti dikutip, Sabtu (21/3/2026).

Antony menambahkan bahwa pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh ekspektasi baru investor terhadap kebijakan moneter global. Meski terjadi koreksi sekitar 7% hingga 8%, ia menilai fenomena ini sebagai bagian dari penyesuaian pasar yang wajar terhadap dinamika ekonomi dunia yang terus berkembang.

Baca Juga: Perang Berkecamuk, Harga Bitcoin Mengamuk Tembus Rp1,1 Miliar

Sebelum sentimen FOMC mengemuka, Bitcoin sebenarnya sempat menguat mendekati level USD76.000 pada Selasa (17/3). Penguatan tersebut didorong oleh aliran dana institusional ke spot Bitcoin ETF yang mencapai USD199,37 juta, menandakan minat investor besar yang tetap terjaga di tengah volatilitas tinggi.



Dalam pernyataan resminya, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga di masa depan akan sangat bergantung pada perkembangan data inflasi. Ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi, membuat ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat menjadi semakin terbatas.

Saat ini, Bitcoin berada pada area support penting di kisaran USD70.000 hingga USD72.000 yang terus dicermati oleh pelaku pasar. Selama level ini mampu bertahan, harga diprediksi akan stabil dalam jangka pendek karena adanya serapan tekanan jual dari arus masuk dana institusional yang masih konsisten.

Baca Juga: Bitcoin Bergejolak Imbas Konflik Timur Tengah, Apa yang Perlu Dilakukan Investor?

Antony menyarankan agar para investor memanfaatkan fase konsolidasi ini untuk menata kembali strategi investasi secara bijak dengan manajemen risiko yang tepat. Ia menekankan pentingnya fokus jangka panjang dan penerapan strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) untuk menghadapi fluktuasi pasar dengan lebih disiplin.

Guna mendukung keamanan transaksi, Indodax berkomitmen menyediakan ekosistem perdagangan aset kripto yang transparan bagi seluruh anggotanya. Melalui Indodax Academy, perusahaan juga aktif mendorong literasi agar masyarakat melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan tetap rasional dalam menyikapi peluang di pasar kripto.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
Buka BRImo, Langsung...
Buka BRImo, Langsung Jadi Investor Syariah bareng Syailendra Capital!
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved