The Economist Nilai Indonesia Aman dari Dampak Krisis Energi Global, DEN: Edukasi Masyarakat Harus Ditingkatkan
Selasa, 24 Maret 2026 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan aktivitas eksplorasi migas domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak Indonesia berada di kisaran 600 ribu barel per hari, sementara konsumsi mencapai lebih dari 1,5 juta barel per hari, sehingga masih terdapat gap yang harus ditutup melalui impor maupun peningkatan produksi dalam negeri.
“Cadangan operasional juga harus ditingkatkan supaya coverage days-nya bisa menjadi tiga bulan. Di samping itu, pemerintah perlu juga mendorong peningkatan cadangan migas dengan aktivitas eksplorasi,” sarannya.
The Economist dalam analisisnya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis yang jauh lebih stabil dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam. Meski sama-sama berada di zona low exposure, laporan itu memberikan Indonesia skor ketahanan (resilience score) yang lebih tinggi, mengungguli Vietnam yang lebih rentan terhadap gangguan rantai pasok manufaktur global.
"Ini menjadi hal positif buat kita semua," kata Satya.
Ke depan, DEN menilai bahwa kombinasi antara edukasi publik, diversifikasi energi, peningkatan cadangan, serta percepatan transisi energi akan menjadi kunci utama menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang masih berpotensi berlanjut.
“Cadangan operasional juga harus ditingkatkan supaya coverage days-nya bisa menjadi tiga bulan. Di samping itu, pemerintah perlu juga mendorong peningkatan cadangan migas dengan aktivitas eksplorasi,” sarannya.
The Economist dalam analisisnya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis yang jauh lebih stabil dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam. Meski sama-sama berada di zona low exposure, laporan itu memberikan Indonesia skor ketahanan (resilience score) yang lebih tinggi, mengungguli Vietnam yang lebih rentan terhadap gangguan rantai pasok manufaktur global.
"Ini menjadi hal positif buat kita semua," kata Satya.
Ke depan, DEN menilai bahwa kombinasi antara edukasi publik, diversifikasi energi, peningkatan cadangan, serta percepatan transisi energi akan menjadi kunci utama menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang masih berpotensi berlanjut.
(wur)
Lihat Juga :