Amman Mineral Bukukan Laba Bersih USD258 Juta di 2025

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:35 WIB
loading...
Amman Mineral Bukukan...
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) hari ini mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional tahun 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) hari ini mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional tahun 2025. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar USD258 juta dengan margin 14%.

Direktur Utama AMMAN Arief Sidarto mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan dampak transisi tahun ini, termasuk dimulainya penambangan Fase 8 dan tantangan ramp‑up smelter yang memberikan tekanan sementara terhadap margin.

"Tahun 2025 merupakan tahun transisi yang sangat penting bagi AMMAN. Peralihan ke penambangan Fase 8, yang ditandai dengan kadar bijih yang lebih rendah, bersamaan dengan proses peningkatan kapasitas (ramp-up) smelter, menimbulkan tekanan operasional jangka pendek," ungkapnya melalui keterangan pers, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga: Genjot Produktivitas, AMMAN Optimalkan Inovasi Teknologi

Kinerja keuangan tahun 2025, jelas Arief, mencerminkan dampak larangan ekspor konsentrat di awal tahun serta proses ramp‑up smelter. Mulai tahun 2025, perusahaan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni. Transisi ini mengakibatkan penjualan bersih yang lebih rendah, yaitu USD1.847 juta pada tahun 2025, dibandingkan sekitar USD2.664 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tahun 2025, smelter perusahaan juga mengalami penghentian sementara yakni pada Juli dan Agustus 2025 untuk perbaikan Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant. Setelah perbaikan selesai, operasi smelter kembali stabil menjelang akhir tahun. Secara paralel, lanjut dia, AMMAN memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada akhir Oktober 2025, yang memberikan fleksibilitas tambahan selama fase ramp‑up smelter.

Di hilirisasi, perusahaan juga mencatatkan tonggak penting termasuk produksi perdana katoda tembaga pada Maret 2025 dan produksi emas murni pertama pada Juli 2025. "Pencapaian ini menunjukkan kemajuan struktural dalam memperkuat nilai tambah di sepanjang rantai pasok," tuturnya.

Baca Juga: Tambah Kapasitas Konsentrat, Amman Mineral Anggarkan Rp23 Triliun

Arief mengatakan, meskipun kadar bijih lebih rendah selama masa transisi ini, perusahaan berhasil melampaui panduan kinerja satu tahun untuk produksi konsentrat dan emas. Pada 2025, perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar USD1.847 juta, dengan kinerja yang menguat di paruh kedua, seiring stabilnya operasi smelter tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR). EBITDA tercatat mencapai USD1.057 juta dengan margin sebesar 57%, sementara laba bersih tercatat sebesar USD258 juta dengan margin 14%.



Memasuki tahun 2026, sambung dia, prioritas utama perusahaan adalah memastikan kinerja smelter yang stabil dan berkelanjutan. Di saat yang sama, proyek ekspansi utama, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), fasilitas regasifikasi LNG, serta ekspansi pabrik konsentrator berjalan sesuai rencana dan dipastikan semakin memperkuat ketahanan operasional serta daya saing biaya.

Terlepas dari tantangan jangka pendek, kata Arief, fundamental jangka panjang untuk komoditas tembaga dan emas tetap sangat kuat. "Kami akan terus fokus pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, dan keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan kami," tutup Arief.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Indocement Bagikan Dividen...
Indocement Bagikan Dividen Rp1,54 Triliun, Setujui Perubahan Pengurus
SIG Bagikan Seluruh...
SIG Bagikan Seluruh Laba 2025 Rp190,8 Miliar sebagai Dividen Tunai
MARK Tetapkan Dividen...
MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
TBS Energi Catat Pendapatan...
TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan...
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan Pendapatan USD41,2 Juta di Kuartal I-2026
XL Axiata Dinilai Sanggup...
XL Axiata Dinilai Sanggup Tumbuhkan Kinerja di Masa Pandemik
Baca Peluang di Era...
Baca Peluang di Era COVID-19, Shield-On Service Siapkan Aplikasi Smart Clean
Kinerja Bank BJB Tetap...
Kinerja Bank BJB Tetap Positif di Masa Pandemi Corona
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved