Rupiah Ambruk ke Rp17.002 per Dolar AS di Tengah Ketidakpastian Perang AS-Iran
Senin, 30 Maret 2026 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Iran sebagian besar menolak gagasan pembicaraan langsung dengan AS sejak dimulainya perang pada akhir Februari.
Dari segi data, Universitas Michigan mengungkapkan bahwa rumah tangga Amerika mulai pesimis tentang kondisi ekonomi. Sentimen Konsumen pada bulan Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54.
Ekspektasi inflasi untuk dua belas bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada bulan Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2%.
Pasar yang saat ini memperkirakan langkah selanjutnya dari Federal Reserve (Fed) adalah kenaikan suku bunga, mengingat skenario harga energi yang tinggi saat ini. Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan tidak akan ada penurunan suku bunga tahun ini dan bertaruh pada peluang 50% akan ada kenaikan suku bunga di akhir tahun 2026, dibandingkan dengan proyeksi 2 kali penurunan suku bunga sebelum perang AS-Iran dimulai.
Dari sentimen domestik, rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran perlu didukung oleh kombinasi kebijakan lain agar efektif menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tekanan fiskal yang terjadi saat ini bersifat struktural, yang berasal dari subsidi energi, kenaikan biaya bunga utang, dan kebutuhan belanja prioritas.
Maka dari itu, kebijakan efisiensi anggaran tidak bisa berdiri tunggal untuk menjaga defisit tetap terkendali, sehingga diperlukan kombinasi kebijakan. Secara umum, ruang efisiensi anggaran pemerintah masih memadai, namun terbatas dan harus diterapkan secara selektif.
Dari segi data, Universitas Michigan mengungkapkan bahwa rumah tangga Amerika mulai pesimis tentang kondisi ekonomi. Sentimen Konsumen pada bulan Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54.
Ekspektasi inflasi untuk dua belas bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada bulan Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2%.
Pasar yang saat ini memperkirakan langkah selanjutnya dari Federal Reserve (Fed) adalah kenaikan suku bunga, mengingat skenario harga energi yang tinggi saat ini. Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan tidak akan ada penurunan suku bunga tahun ini dan bertaruh pada peluang 50% akan ada kenaikan suku bunga di akhir tahun 2026, dibandingkan dengan proyeksi 2 kali penurunan suku bunga sebelum perang AS-Iran dimulai.
Dari sentimen domestik, rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran perlu didukung oleh kombinasi kebijakan lain agar efektif menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tekanan fiskal yang terjadi saat ini bersifat struktural, yang berasal dari subsidi energi, kenaikan biaya bunga utang, dan kebutuhan belanja prioritas.
Maka dari itu, kebijakan efisiensi anggaran tidak bisa berdiri tunggal untuk menjaga defisit tetap terkendali, sehingga diperlukan kombinasi kebijakan. Secara umum, ruang efisiensi anggaran pemerintah masih memadai, namun terbatas dan harus diterapkan secara selektif.
Lihat Juga :