Kurangi Pakai Energi Fosil, Saatnya Pembangkit Listrik Pakai Bahan Bakar Sampah
Jum'at, 18 September 2020 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Dalam skema co-firing ini , lanjut Feby, pengembangan biomassa yang akan dioptimalkan potensi pemanfaatanya adalah pelet biomassa yang bersumber dari segala jenis sampah organik dengan harapan akan meningkatkan kemandirian energi nasional serta mengoptimalkan potensi pembangkit listrik tenaga biomassa yang sampai saat ini baru mencapai kurang dari 1,9 GW dari total potensi sekitar 32 GW.
(Baca Juga: Pembangkit Pertama Beroperasi, PLTSa Energi Baru dari Sampah Kota )
"Beberapa PLTU sudah melakukan co-firing test dengan menggunakan biomass pellet serta RDF hingga 10%, bergantung pada teknologi boiler. Kami berharap pada tahun 2021 kami dapat mulai menerapkan co-firing di PLTU batubara secara berkelanjutan," ujar Feby.
Dalam komitmen dan kajian uji penerapan B30 serta pengembangan B40, Feby menjelaskan, biodiesel adalah cara yang efisien untuk mengembangkan solusi yang lebih ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional. Hingga Agustus 2020, realisasi konsumsi biodiesel sebesar 5,6 juta kL atau 58% dari total alokasi tahun 2020 (9,6 juta kL).
Konsumsi biodiesel diproyeksikan akan turun sebesar 13% dari alokasi tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. "Meskipun pandemi global terpukul dan mundur, pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk melanjutkan program wajib B30," tegasnya.
(Baca Juga: Pembangkit Pertama Beroperasi, PLTSa Energi Baru dari Sampah Kota )
"Beberapa PLTU sudah melakukan co-firing test dengan menggunakan biomass pellet serta RDF hingga 10%, bergantung pada teknologi boiler. Kami berharap pada tahun 2021 kami dapat mulai menerapkan co-firing di PLTU batubara secara berkelanjutan," ujar Feby.
Dalam komitmen dan kajian uji penerapan B30 serta pengembangan B40, Feby menjelaskan, biodiesel adalah cara yang efisien untuk mengembangkan solusi yang lebih ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional. Hingga Agustus 2020, realisasi konsumsi biodiesel sebesar 5,6 juta kL atau 58% dari total alokasi tahun 2020 (9,6 juta kL).
Konsumsi biodiesel diproyeksikan akan turun sebesar 13% dari alokasi tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. "Meskipun pandemi global terpukul dan mundur, pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk melanjutkan program wajib B30," tegasnya.
(akr)
Lihat Juga :