SIG Catatkan Profitabilitas di Tengah Tantangan Industri 2025
Kamis, 02 April 2026 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi biaya, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,3% serta beban usaha 1,1% secara tahunan. Efisiensi tersebut diperkuat dengan penurunan biaya keuangan bersih hingga 32,7%, yang berdampak positif terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.
Ke depan, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan, termasuk pengembangan fasilitas produksi dan dermaga ekspor di Tuban, Jawa Timur, bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation. Perseroan menargetkan ekspor dari fasilitas tersebut mulai berjalan pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.
Baca Juga: SIG Pasok 115.609 Ton Semen untuk Pembangunan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia
Selain kinerja bisnis, SIG juga mencatatkan capaian keberlanjutan dengan menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 21% dibandingkan baseline 2010. Emisi cakupan 2 juga turun 15% menjadi 57 kg CO2/ton cement equivalent.
Capaian tersebut didorong oleh peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), serta pengembangan energi terbarukan melalui panel surya dan teknologi waste heat recovery. "SIG senantiasa meneguhkan komitmen keberlanjutan yang menjadi keunggulan kompetitif, sehingga kinerja bisnis dan lingkungan dapat berjalan beriringan," ujar Vita.
Ke depan, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan, termasuk pengembangan fasilitas produksi dan dermaga ekspor di Tuban, Jawa Timur, bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation. Perseroan menargetkan ekspor dari fasilitas tersebut mulai berjalan pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.
Baca Juga: SIG Pasok 115.609 Ton Semen untuk Pembangunan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia
Selain kinerja bisnis, SIG juga mencatatkan capaian keberlanjutan dengan menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 21% dibandingkan baseline 2010. Emisi cakupan 2 juga turun 15% menjadi 57 kg CO2/ton cement equivalent.
Capaian tersebut didorong oleh peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), serta pengembangan energi terbarukan melalui panel surya dan teknologi waste heat recovery. "SIG senantiasa meneguhkan komitmen keberlanjutan yang menjadi keunggulan kompetitif, sehingga kinerja bisnis dan lingkungan dapat berjalan beriringan," ujar Vita.
(nng)
Lihat Juga :