Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang, Pejabat Iran: Tertutup Bagi AS dan Sekutunya

Jum'at, 03 April 2026 - 11:01 WIB
loading...
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz disebutkan tidak akan kembali ke status quo seperti sebelum perang AS-Israel melawan Iran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Selat Hormuz disebutkan tidak akan kembali ke status quo seperti sebelum perang Amerika Serikat atau AS-Israel melawan Iran. Hal itu disampaikan oleh pejabat Iran , ketika negaranya menutup Selat Hormuz sebagai respons atas perang melawan AS dan Israel.

Jalur perairan yang sangat penting bagi logistik dunia ini dilewati 20% perdagangan minyak mentah sebelumnya. Namun kini tertutup akibat pertempuran AS-Israel versus Iran yang sudah berlangsung selama sebulan terakhir. Kebuntuan ini telah menyebabkan tekanan ekonomi bagi banyak negara – termasuk AS, di mana harga bensin melampaui USD4 per galon awal pekan ini.

Pejabat Iran itu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan RT bahwa “kondisi di Selat Hormuz tidak akan kembali ke status quo sebelum perang.”

Baca Juga: Terobosan Diplomasi, Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Tanker Minyak Filipina

Saat ini transit melalui jalur air tetap beroperasi, akan tetapi kapal tanker yang melewatinya tergantung pada persetujuan pihak Iran dan memerlukan negara bendera kapal untuk menjalin kontak dengan Teheran. Ditambahkan juga bahwa 'Hingga saat ini, tidak ada kapal yang dimiliki oleh musuh atau mitranya yang diberikan izin untuk lewat,' merujuk pada AS, Israel, dan sekutu mereka.

Otoritas Iran telah membentuk “jalur aman” melalui selat tersebut, kata pejabat itu. “Mengingat ketidakamanan yang disebabkan oleh agresi Amerika di berbagai bagian Teluk Persia, koridor ini tetap menjadi satu-satunya jalur yang layak untuk transportasi barang dan produk.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Rekomendasi
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Hotman Paris Sindir...
Hotman Paris Sindir Mantan yang Pamer Pasangan Baru, Sindir Sarwendah?
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved