Krisis Energi Global, Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas Rumah Tangga 25%

Sabtu, 04 April 2026 - 14:37 WIB
loading...
Krisis Energi Global,...
Pemerintah Turki resmi menaikkan tarif listrik dan gas alam hingga 25% bagi rumah tangga dan sektor usaha mulai 4 April 2026. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Pemerintah Turki resmi menaikkan tarif listrik dan gas alam hingga 25% bagi rumah tangga dan sektor usaha mulai 4 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga energi global dan gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

"Setiap kenaikan USD1 per barel minyak menambah tagihan energi Turki sebesar USD400 juta," ujar Menteri Energi Turki Alparslan Bayraktar dikutip dari Turkiye Today, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga: Pengecualian Sanksi AS, India Banjir Minyak Rusia Melonjak 90%

Penyesuaian tarif dilakukan oleh regulator pasar energi dengan kenaikan yang bervariasi untuk setiap kelompok pengguna. Tarif listrik untuk rumah tangga naik 25%, sektor layanan publik dan swasta 17,5%, industri 5,8%, serta sektor pertanian 24,8%.

Dengan tarif baru tersebut, rumah tangga yang mengonsumsi 100 kilowatt-jam listrik kini harus membayar sekitar ₺323,8 atau setara USD7,26. Sementara itu, tarif gas alam untuk konsumen residensial juga naik rata-rata 25%, sedangkan sektor industri mengalami kenaikan sebesar 18,61%.



Kenaikan juga terjadi pada gas untuk pembangkit listrik yang meningkat 19,42%, seiring penyesuaian harga grosir oleh operator pipa negara Botas. Sistem tarif bertingkat tetap diterapkan untuk mengatur konsumsi dan distribusi biaya energi secara lebih efisien.

Baca Juga: Sudah Saatnya Iran Mendeklarasikan Kemenangan, Ini 3 Alasannya

Meski belum mengalami gangguan pasokan secara langsung, Turki tetap terdampak oleh kenaikan harga energi global, terutama akibat terganggunya jalur pengiriman melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur vital perdagangan minyak dunia.

Pemerintah Turki mengalokasikan anggaran sebesar USD6,87 miliar untuk subsidi energi pada 2026. Namun, angka tersebut berpotensi melonjak hingga USD20,86 miliar apabila krisis energi terus berlanjut.

Sejak konflik di kawasan Timur Tengah meningkat, harga minyak acuan Brent hampir dua kali lipat menjadi sekitar USD109 per barel. Kondisi ini turut diikuti kenaikan harga gas di Eropa, yang semakin menambah tekanan terhadap biaya energi global. Kebijakan penyesuaian tarif ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan fiskal sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan energi domestik di tengah volatilitas pasar global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Rekomendasi
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Fakta-fakta Sinyal Kuat...
Fakta-fakta Sinyal Kuat Kenaikan Tarif Listrik, BBM, dan LPG 3 Kg
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved