Perang AS-Iran Makin Panas, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD116 per Barel

Minggu, 05 April 2026 - 13:08 WIB
loading...
Perang AS-Iran Makin...
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas diperkirakan akan mendorong lonjakan harga minyak mentah dan emas dunia pada pekan depan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas diperkirakan akan mendorong lonjakan harga minyak mentah dan emas dunia pada pekan depan. Eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara dan kelompok milisi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas energi global dan memicu pergeseran investasi ke aset aman.

Analis Keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, konflik yang meluas di kawasan tersebut berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz. Kondisi ini diperkirakan akan mengerek harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) hingga kisaran USD116 per barel.

“Jika konflik terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak, maka suplai minyak global bisa terganggu. Dampaknya harga minyak akan naik signifikan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: AS Serang Iran, Kini Panik Hadapi Skenario Harga Minyak USD200 per Barel

Selain minyak, harga emas juga diprediksi ikut terdorong naik seiring meningkatnya ketidakpastian global. Emas yang dikenal sebagai aset safe haven akan menjadi pilihan utama investor di tengah risiko geopolitik dan potensi inflasi akibat kenaikan harga energi.



Menurut Ibrahim, harga emas dunia berpotensi menembus level USD4.878 hingga USD5.080 per troy ounce. Jika skenario tersebut terjadi, harga logam mulia di dalam negeri diperkirakan bisa mencapai Rp3 juta per gram.

Ia menjelaskan, meningkatnya tensi geopolitik, termasuk Perang AS-Iran dan perang Rusia-Ukraina, menjadi faktor utama yang memicu kenaikan harga emas. Kondisi ini mendorong investor global mengalihkan dana dari aset berisiko ke emas dan dolar AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
AS dan Iran Saling Serang,...
AS dan Iran Saling Serang, Jutaan Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei di Irak
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Rekomendasi
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved