AS Serang Iran, Kini Panik Hadapi Skenario Harga Minyak USD200 per Barel

Kamis, 02 April 2026 - 18:00 WIB
loading...
AS Serang Iran, Kini...
AS tidak dapat mengklaim kemenangan dalam perang melawan Iran sebelum Selat Hormuz dibuka kembali. FOTO/Daily Beast
A A A
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyiapkan berbagai skenario darurat menyusul eskalasi konflik dengan Iran yang memicu gejolak pasar energi global. Salah satu skenario terburuk yang dipertimbangkan adalah lonjakan harga minyak hingga USD200 per barel.

"Dengan ketegangan masih tinggi, itu bukan hal yang mustahil," kata Kepala Ekonom Moody's Analytics, Mark Zandi, dalam pernyataannya dikutip dari The Daily Beast, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: Purbaya Blak-blakan, Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Tambah Defisit Rp6 Triliun

Sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan tengah menyusun rencana kontingensi untuk menghadapi dampak krisis energi yang berpotensi meluas. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak global akibat konflik yang berkepanjangan.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, sebagai respons atas serangan militer AS dan Israel, telah memperburuk situasi. Jalur strategis tersebut selama ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga gangguan distribusi langsung mendorong harga minyak naik hingga kisaran USD100 per barel.



Kenaikan harga energi tersebut mulai berdampak pada perekonomian, termasuk lonjakan harga bahan bakar di AS. Sejumlah ekonom memperingatkan, tekanan ini berpotensi mendorong ekonomi AS ke jurang resesi jika konflik tidak segera mereda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Ruben Onsu Tegur Giorgio...
Ruben Onsu Tegur Giorgio Antonio: Jangan Rendahkan Saya di Depan Anak-anak
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved