Perang AS-Iran Makin Panas, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD116 per Barel
Minggu, 05 April 2026 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan, Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Tambah Defisit Rp6 Triliun
Di sisi lain, penguatan dolar AS juga diperkirakan akan menekan nilai tukar rupiah. Ibrahim memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga kisaran Rp17.100 per dolar AS dalam waktu dekat, seiring meningkatnya kebutuhan impor energi dan arus modal keluar dari pasar negara berkembang.
“Ketika harga minyak naik dan dolar menguat, kebutuhan devisa untuk impor energi juga meningkat. Ini yang memberi tekanan tambahan pada rupiah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang cenderung mempertahankan suku bunga turut memperkuat dolar AS. Kombinasi faktor tersebut memperbesar tekanan terhadap mata uang emerging market, termasuk Indonesia.
Ibrahim juga menambahkan, di tengah potensi koreksi jangka pendek, permintaan emas dari bank sentral global diperkirakan tetap kuat. Hal ini menjadi faktor fundamental yang akan menopang tren kenaikan harga emas ke depan.
Di sisi lain, penguatan dolar AS juga diperkirakan akan menekan nilai tukar rupiah. Ibrahim memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga kisaran Rp17.100 per dolar AS dalam waktu dekat, seiring meningkatnya kebutuhan impor energi dan arus modal keluar dari pasar negara berkembang.
“Ketika harga minyak naik dan dolar menguat, kebutuhan devisa untuk impor energi juga meningkat. Ini yang memberi tekanan tambahan pada rupiah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang cenderung mempertahankan suku bunga turut memperkuat dolar AS. Kombinasi faktor tersebut memperbesar tekanan terhadap mata uang emerging market, termasuk Indonesia.
Ibrahim juga menambahkan, di tengah potensi koreksi jangka pendek, permintaan emas dari bank sentral global diperkirakan tetap kuat. Hal ini menjadi faktor fundamental yang akan menopang tren kenaikan harga emas ke depan.
(akr)
Lihat Juga :