Profesor AS: Hanya Tiga Orang Dewasa Ini yang Bisa Hentikan Perang Iran, Bukan Donald Trump!

Rabu, 08 April 2026 - 07:36 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Pertaruhan Ekonomi Rusia di Tengah Perang Iran vs Israel

Ia menambahkan bahwa posisi India sebagai pemimpin BRICS tahun ini memberikan mandat moral dan politik yang kuat untuk menjadi mediator, terutama mengingat hubungan historis panjang antara India dan Iran.

Sachs juga menyoroti bahwa sebagian kepemimpinan politik di Israel saat ini terjebak dalam mentalitas kuno 'Abad ke-6 SM' yang sangat berbahaya bagi stabilitas modern. Ketidakmampuan Barat untuk meredam konflik ini dinilai sebagai kegagalan sistemik.

Langkah yang diusulkan Sachs meliputi diplomasi kolektif, dimana India, Rusia, dan China harus duduk bersama untuk menekan Donald Trump agar mengakhiri konflik. Selanjutkan dengan kekuatan mediasi, dengan memanfaatkan pengaruh BRICS (termasuk Brasil) untuk menawarkan solusi damai.

Selanjutnya yang ditekankan soal kemandirian politik, yakni negara-negara besar Asia harus berhenti mengulang narasi "vassal states" (negara taklukan) milik AS. Jika ketiga pemimpin ini gagal bersatu, Sachs khawatir dunia akan terus bergerak menuju implosi ekonomi dan kemanusiaan. "Mereka memiliki kepentingan besar agar dunia tidak hancur," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Rekomendasi
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved