Anomali Saham BBCA, Pengamat: Ibarat Pungut Mercy dengan Harga Avanza

Rabu, 08 April 2026 - 16:31 WIB
loading...
Anomali Saham BBCA,...
Pelemahan saham BBCA inline dengan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang melemah hingga 15.79% secara year to date (YTD) hingga 8 April 2026. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan hingga 19% sejak awal tahun 2026 hingga saat ini (7 April 2026). Pada perdagangan Rabu (8 April), saham BBCA masih tetap di level 7.000.

Pelemahan saham BBCA inline dengan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang melemah hingga 15.79% secara year to date (YTD) hingga 8 April 2026. Sebagai bank jumbo, BBCA saat ini sedang mengalami anomali harga saham yang relatif langka.

Di saat laba perusahaan terus naik, harga sahamnya justru terus turun dalam kisaran Rp6.500 per lembar saham (jauh di bawah level psikologis Rp7.000). BBCA tercatat mencetak laba bersih sepanjang 2025 sebesar Rp 57,5 triliun, meningkat 4,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 54,8 triliun.

Baca Juga: Investor Asing Borong Rp1,59 Triliun, BBCA Masih Paling Laris

Pengamat Pasar Modal Rendy Yefta mengatakan bahwa bagi para investor, fenomena ini ini menjadi salah satu sinyal beli untuk saham BBCA. Pasalnya, fenomena ini seperti bom waktu capital gain yang tinggal menunggu pemicunya meledak.



Menurutnya secara historis, pasar selalu menghargai kualitas BBCA dengan valuasi premium. Sebagai penguasa pasar, saham ini biasanya melenggang santai di tingkat rasio Price to Book Value (PBV) normalnya di kisaran 4x hingga 5x. Namun, dipicu kepanikan sesaat di bursa global dan rotasi sektor, BBCA dipaksa turun drastis.

"Ini adalah fenomena undervalued yang sangat langka untuk saham sekelas kasta tertinggi (blue chip super). Mengambil BBCA di harga di bawah Rp7.000 ibarat Anda memungut Mercy di showroom dengan harga Avanza," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Edukasi Trader dengan...
Edukasi Trader dengan Strategi 3 EMA: Membaca Arah Tren dan Peluang
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Menelaah di Balik Manuver...
Menelaah di Balik Manuver MSCI
Rekomendasi
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
UI Tegaskan Kajian BEM...
UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved