Gara-gara Perang, Ruang Penurunan BI Rate Semakin Tipis

Rabu, 08 April 2026 - 22:01 WIB
loading...
Gara-gara Perang, Ruang...
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan sinyal bahwa peluang untuk memangkas suku bunga acuan (BI Rate) di masa depan semakin menipis. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan sinyal bahwa peluang untuk memangkas suku bunga acuan ( BI Rate ) di masa depan semakin menipis. Ketidakpastian global yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran menjadi faktor utama yang memaksa bank sentral untuk lebih fokus pada penguatan stabilitas.

Padahal sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia telah bersikap cukup ekspansif dengan menurunkan BI Rate sebanyak tiga kali hingga mencapai level 4,75%. Baca Juga: BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen

“Mengenai suku bunga, BI Rate kami pertahankan di 4,75 persen. Namun, ke depan ruang penurunannya kemungkinan semakin tertutup dan kami harus menyikapinya dengan menjaga stabilitas,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (8/4/2026).



Perry menjelaskan, bahwa ketegangan di Timur Tengah telah memicu kenaikan imbal hasil (yield) surat berharga pemerintah Amerika Serikat (US Treasury). Hal ini terjadi karena membengkaknya defisit fiskal AS yang dialokasikan untuk membiayai kebutuhan militer dan anggaran perang.

Kenaikan yield di pasar global secara otomatis memberikan tekanan besar pada pasar keuangan domestik dan nilai tukar rupiah. Baca Juga: BI Rate Kembali Ditahan di Level 4,75%, Perry Warjiyo Ungkap Penyebabnya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 26 : Jaka Bersama Anak Buahnya Diam-Diam Mendatangi Rumah Mila
Kadar Emas Batangan...
Kadar Emas Batangan yang Ditemukan di Rumah Febrie Adriansyah 23 Karat
Microdrama A Vengeful...
Microdrama A Vengeful Affair tentang Toxic Relationship, Tayang di V+Short
Berita Terkini
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
Brand Footprint 2026,...
Brand Footprint 2026, Lemonilo Raih Fastest Growing On the Go Snack
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved