Di Tengah Pandemi, Kinerja Sektor Pertanian Meningkat Signifikan
Sabtu, 19 September 2020 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
"Dilihat berdasarkan subsektor, nilai NTP yang mengalami peningkatan antara lain sub-sektor tanaman pangan dan sub-sektor perkebunan. Sedangkan untuk subsektor hortikultura dan subsektor peternakan mengalami penurunan," katanya.
Sebagai informasi, NTP merupakan indikator proxy kesejahteraan petani yang mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga.
Sementara itu, urutan bobot subsektor dalam perhitungan NTP meliputi tanaman pangan 47,37%, tanaman perkebunan 25,39%, peternakan 13,71%, Hortikultura 10%, dan perikanan 3,53%. Dengan begitu, semakin tinggi bobot, maka semakin mempunyai pengaruh besar terhadap nilai NTP.
"Komoditas yang mempunyai bobot diatas 5% pada masing-masing subsektor adalah subsektor tanaman pangan meiluputi gabah 75,44%, jagung 13,95%, ketela pohon 521%. Untuk subsektor perkebunan meliputi kelapa sawit 26,54%, karet 26,37%, kopi kakao 7,87%, tebu 7,62%, cengkeh 6,46%.
Sementara untuk subsektor hortikultura antara lain bawang merah sebesar 12,61%, cabai rawit 12,11%, cabai merah 10,87%, kentang 8,43%, pisang 6,48%, dan jeruk 5,75%. Sedangkan untuk subsektor peternakan meliputi sapi potong 39,69%, ayam pedaging 21,13%, telur 12, 11%, sapi perah 6,39%.
Sebagai informasi, NTP merupakan indikator proxy kesejahteraan petani yang mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga.
Sementara itu, urutan bobot subsektor dalam perhitungan NTP meliputi tanaman pangan 47,37%, tanaman perkebunan 25,39%, peternakan 13,71%, Hortikultura 10%, dan perikanan 3,53%. Dengan begitu, semakin tinggi bobot, maka semakin mempunyai pengaruh besar terhadap nilai NTP.
"Komoditas yang mempunyai bobot diatas 5% pada masing-masing subsektor adalah subsektor tanaman pangan meiluputi gabah 75,44%, jagung 13,95%, ketela pohon 521%. Untuk subsektor perkebunan meliputi kelapa sawit 26,54%, karet 26,37%, kopi kakao 7,87%, tebu 7,62%, cengkeh 6,46%.
Sementara untuk subsektor hortikultura antara lain bawang merah sebesar 12,61%, cabai rawit 12,11%, cabai merah 10,87%, kentang 8,43%, pisang 6,48%, dan jeruk 5,75%. Sedangkan untuk subsektor peternakan meliputi sapi potong 39,69%, ayam pedaging 21,13%, telur 12, 11%, sapi perah 6,39%.
Lihat Juga :