Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD

Jum'at, 10 April 2026 - 16:56 WIB
loading...
Rupiah Masih Rapuh,...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (9/4/2026), turun 14 poin atau sekitar 0,08%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (9/4/2026), turun 14 poin atau sekitar 0,08% ke level Rp17.104 per dolar AS. Sentimen datang dari eksternal yakni ketegangan mereda atas gencatan senjata dua minggu yang rapuh antara AS dan Iran.

Sementara itu Israel memberi sinyal potensi pembukaan diplomatik, dengan mengatakan siap untuk memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon sesegera mungkin.

“Lalu lintas kapal melalui selat tersebut berada jauh di bawah 10 persen dari volume normal pada hari Kamis, meskipun ada gencatan senjata karena Teheran menegaskan kendalinya dengan memperingatkan kapal untuk tetap berada di perairan teritorialnya saat melakukan hal tersebut,” tulis Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi dalam risetnya.

Adapun Iran dan AS sepakat pada hari Selasa untuk gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan, tetapi pertempuran masih terjadi setelah pengumuman tersebut. Baca Juga: Kurs Rupiah Membaik Diterpa Gencatan Senjata AS-Iran

Para analis mengatakan, Pakistan akan mencoba mendorong kesepakatan perdamaian yang lebih langgeng, tetapi mungkin kekurangan pengaruh yang dibutuhkan untuk memaksa pembukaan kembali jalur perairan strategis tersebut.



Selain itu Iran ingin mengenakan biaya untuk kapal yang melewati selat tersebut berdasarkan kesepakatan perdamaian, kata seorang pejabat Teheran kepada Reuters pada 7 April. Para pemimpin Barat dan badan pelayaran PBB telah menolak gagasan tersebut.

Jalur penting untuk aliran minyak dan gas ini telah ditutup secara efektif oleh konflik yang dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Sekitar 50 aset infrastruktur di Teluk telah rusak akibat serangan drone dan rudal selama hampir enam minggu sejak konflik dimulai, dan sekitar 2,4 juta barel per hari kapasitas penyulingan minyak telah dinonaktifkan, menurut JPMorgan.

Pasar sekarang menunggu data inflasi konsumen AS yang penting yang akan dirilis pada hari Jumat, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan Federal Reserve. Ekonom memperkirakan CPI utama akan meningkat karena lonjakan harga energi di tengah konflik Timur Tengah.

Dari sentimen domestik, survei Konsumen yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini masih kuat pada Maret 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat 115,4, masih berada pada level optimistis (di atas 100), meski sedikit lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 115,9.

Baca Juga: Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Maret 2026 Turun ke Rp2.507 Triliun

Bank sentral menjelaskan, tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang naik menjadi 129,2, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 125,0.

Sementara itu, dua komponen lainnya masih berada di zona optimistis meskipun mengalami penurunan. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) tercatat 107,8, turun dari 110,7 pada bulan sebelumnya. Adapun Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau Durable Goods (IPDG) berada di level 109,2, lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 112,0.

Kemudian, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia dan Pasifik akan melambat menjadi 5,1% pada 2026 dan 2027. Kondisi itu terbebani oleh konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian perdagangan yang berkelanjutan. Lingkungan global menjadi penuh tantangan dan ketidakpastian.

ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia justru meningkat menjadi 5,2% pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 5,1%. Kondisi berbeda bisa terjadi jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan dan memburuk.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.110-Rp17.160 per dolar AS. Sedangkan dalam sepekan kedepan rupiah di perdagangkan direntang Rp17.040-Rp17.200 per dolar AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved