Bangun Storage LNG di Serangan, Negara Setiap Tahun Bisa Hemat Rp8,4 Triliun

Jum'at, 10 April 2026 - 21:53 WIB
loading...
Bangun Storage LNG di...
Rencana pembangunan terminal khusus (storage) Liquefied Natural Gas (LNG) berkapasitas 145.000 m3 di kawasan Pantai Serangan dinilai bisa memangkas ketergantungan impor BBM. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rencana pembangunan terminal khusus (storage) Liquefied Natural Gas (LNG) berkapasitas 145.000 m3 di kawasan Pantai Serangan, Denpasar, Bali, dinilai sebagai langkah strategis untuk memangkas ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM) impor. Selain itu program transisi energi ini juga sekaligus mendukung visi pariwisata berkelanjutan.

Berdasarkan data di lapangan, konsumsi solar di Bali saat ini mencapai 500.000 Metrik Ton (MT) per tahun, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu konsumen solar terbesar di Indonesia. Dengan harga keekonomian saat ini, biaya yang dihabiskan untuk pasokan solar tersebut menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp8,3 triliun.

Peralihan ke LNG bukan hanya soal efisiensi anggaran, tetapi juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi dan mengurangi impor BBM secara nasional hingga 20%.

Baca Juga: Indonesia Sibuk Cari Sumber Baru Impor BBM: Dari Amerika Butuh Waktu 40 Hari, Timteng 3 Pekan

"Bayangkan, dengan adanya storage LNG di Serangan ini, negara bisa menghemat hingga USD500 juta (setara Rp8,4 triliun) per tahun. Dan yang paling penting, LNG ini bukan komoditas impor yang rentan gejolak geopolitik. Ini murni dihasilkan dari bumi Indonesia, dari ladang Tangguh di Papua," kata Praktisi Bisnis Energi alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), Dicky Ahmad Gustyana dalam keterangannya dikutip, Jumat (10/4/2026).



Ia menambahkan, ketergantungan pada BBM impor sering kali menjadi bumerang bagi neraca perdagangan dan stabilitas harga di dalam negeri, terutama saat terjadi krisis di Timur Tengah.

"Kalau Timur Tengah bergejolak, bukan cuma barangnya susah dicari, harga meroket, tapi nilai tukar rupiah juga ikut tertekan naik. Dengan LNG domestik dari Tangguh, kita lebih mandiri dan terlindung dari guncangan eksternal," ujarnya.

Baca Juga: Pertamina dan ExxonMobil Menjajaki Pengembangan Carbon Capture Storage Hub

Dari sisi lingkungan, langkah ini disebut sebagai napas segar bagi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Energi yang bersumber dari LNG jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil seperti solar yang sangat polutif. Udara yang lebih bersih dinilai menjadi modal utama untuk menjaga kenyamanan wisatawan mancanegara dan domestik agar betah tinggal lebih lama di Bali.

"Bali ini etalase pariwisata Indonesia. Kalau udaranya kotor karena genset diesel di mana-mana, wisatawan bisa kabur. Transisi ke LNG ini bukan hanya urusan energi, tapi juga urusan menjaga citra dan masa depan ekonomi Bali," ujar Dicky.

Program ini juga beriringan dengan kebijakan pemerintah pusat yang berencana menutup atau mempensiunkan 13 pembangkit listrik tenaga diesel di berbagai wilayah. Dengan dukungan infrastruktur seperti terminal khusus LNG di Serangan, suplai energi bersih ke hotel, restoran, dan industri di Bali dipastikan akan lebih stabil dan berkelanjutan.

Atas dasar urgensi ekonomi dan lingkungan tersebut, kalangan pelaku usaha energi dan pariwisata berharap agar pembangunan terminal LNG di Pantai Serangan mendapat dukungan penuh dari semua pihak.

"Pembangunan storage LNG ini perlu kita dukung bersama. Ini wujud nyata dari visi swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo. Bali harus menjadi contoh percontohan transisi energi bersih di Indonesia," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
2 Terdakwa LNG Divonis...
2 Terdakwa LNG Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara, Begini Tanggapan KPK
Kasus Korupsi LNG, Hari...
Kasus Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Vonis 4,5 Tahun Tidak Adil
Dua Terdakwa Kasus LNG...
Dua Terdakwa Kasus LNG Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved