Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Distribusi LPG lewat STS Kalbut
Minggu, 12 April 2026 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa STS Kalbut tidak hanya menopang distribusi LPG di Jawa Timur, tetapi juga menjangkau wilayah yang lebih luas. “Eksistensi STS Kalbut merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga mencakup Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi,” ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Sarfas Jaga Distribusi Energi
Di wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut mendukung distribusi ke Terminal LPG Surabaya, Terminal LPG Tanjungwangi, Terminal LPG Manggis, Terminal LPG Ampenan, dan Terminal LPG Bima dengan kapasitas suplai reguler yang bervariasi, mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, pada 8 April 2026 telah sandar kapal kargo dengan muatan sebesar 44.839 metrik ton di STS Kalbut yang selanjutnya didistribusikan ke berbagai terminal, antara lain Gresik dengan muatan 10.000 metrik ton, ditambah suplai dari kilang TPPI sebesar 1.000 metrik ton, lalu Surabaya dengan muatan 8.000 metrik ton dan saat ini dalam proses bongkar.
Kemudian Banyuwangi dengan muatan 2.500 metrik ton. Melalui optimalisasi infrastruktur dan penguatan sistem distribusi ini, tegas Roberth, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan LPG tetap terjaga guna mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Sarfas Jaga Distribusi Energi
Di wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut mendukung distribusi ke Terminal LPG Surabaya, Terminal LPG Tanjungwangi, Terminal LPG Manggis, Terminal LPG Ampenan, dan Terminal LPG Bima dengan kapasitas suplai reguler yang bervariasi, mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, pada 8 April 2026 telah sandar kapal kargo dengan muatan sebesar 44.839 metrik ton di STS Kalbut yang selanjutnya didistribusikan ke berbagai terminal, antara lain Gresik dengan muatan 10.000 metrik ton, ditambah suplai dari kilang TPPI sebesar 1.000 metrik ton, lalu Surabaya dengan muatan 8.000 metrik ton dan saat ini dalam proses bongkar.
Kemudian Banyuwangi dengan muatan 2.500 metrik ton. Melalui optimalisasi infrastruktur dan penguatan sistem distribusi ini, tegas Roberth, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan LPG tetap terjaga guna mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional.
(nng)
Lihat Juga :