Perang Iran Picu Defisit Minyak Global, Tekan Pasokan Energi Dunia

Minggu, 12 April 2026 - 19:35 WIB
loading...
Perang Iran Picu Defisit...
Konflik Iran memicu risiko defisit minyak global dan memperketat pasokan energi sepanjang tahun ini. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Konflik Iran memicu risiko defisit minyak global dan memperketat pasokan energi sepanjang tahun ini. Dampaknya mulai terasa di berbagai negara, terutama ekonomi yang bergantung pada impor energi dan sektor industri berintensitas tinggi.

"Guncangan energi ini berpotensi menyerupai krisis saat perang Rusia-Ukraina yang mendorong inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi," demikian dilaporkan Reuters dikutip Minggu (12/4/2026).

Baca Juga: Makin Melunak, China Janjikan Insentif untuk Taiwan

Di kawasan Eropa, tekanan dinilai paling besar di antara negara maju. Ketergantungan tinggi pada energi impor membuat kawasan ini rentan terhadap lonjakan harga, yang berisiko memperlambat pemulihan ekonomi pascapandemi.

Jerman menjadi salah satu negara yang paling terdampak karena sektor industrinya sensitif terhadap kenaikan biaya energi. Pemulihan manufaktur yang baru berlangsung kini terancam terhenti, sementara ruang fiskal pemerintah untuk stimulus tambahan dinilai terbatas.

Italia menghadapi tekanan serupa akibat ketergantungan pada minyak dan gas dalam bauran energinya. Di Inggris, lonjakan harga gas langsung memicu kenaikan tarif listrik, yang berpotensi memperpanjang tekanan inflasi dan mempertahankan suku bunga tinggi di tengah meningkatnya pengangguran.



Di Asia, Jepang berada di garis depan risiko pasokan karena hampir seluruh impor minyaknya berasal dari Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz. Pelemahan yen turut memperparah tekanan inflasi, terutama pada harga pangan dan kebutuhan pokok.

Baca Juga: Serangan Iran Pangkas Produksi Minyak Saudi 600.000 Barel per Hari

India juga menghadapi tekanan besar sebagai importir energi utama. Kenaikan harga minyak dan gas mulai menekan konsumsi domestik serta memicu pelemahan mata uang, yang berdampak pada revisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, negara dengan ekonomi lebih rentan seperti Sri Lanka, Pakistan, dan Mesir menghadapi tekanan berlapis. Pembatasan energi, kenaikan biaya impor, hingga risiko pelemahan mata uang dan utang menjadi tantangan serius di tengah ketidakpastian pasokan global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Rekomendasi
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Jalani Pengajian dan...
Jalani Pengajian dan Siraman, Jennifer Coppen Tampil Anggun dengan Makeup Soft Glam
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Berita Terkini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Tol Kataraja Siap Beroperasi...
Tol Kataraja Siap Beroperasi Akhir Tahun 2026, Bandara Soetta-PIK 2 Hanya 7 Menit
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved