IHSG Pekan Ini Menunjukkan Tanda Pembalikan Arah usai Tertekan Hebat di Bawah 7.000
Senin, 13 April 2026 - 07:37 WIB
loading...
A
A
A
“Gencatan senjata ini memberikan katalis positif dalam jangka pendek, namun sifatnya masih sementara. Pasar tetap rentan terhadap perubahan sentimen apabila tidak diikuti de-eskalasi yang lebih berkelanjutan,” jelas Rully.
Rully juga menyoroti nilai tukar rupiah yang masih rentan di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.100 per dolar AS. Menurutnya, potensi keluarnya dana asing (capital outflow) masih terbuka lebar mengingat kondisi fiskal yang melebar.
Baca Juga: IHSG Semringah Sepanjang Pekan Ini Naik 6,14%, Kapitalisasi Pasar Capai Rp13.189 Triliun
“Pergerakan rupiah masih berpotensi berada pada kisaran 16.900 hingga 17.100, sementara risiko capital outflow tetap terbuka,” tambahnya.
Selain isu geopolitik, investor pekan ini akan mencermati risiko struktural dalam negeri, salah satunya defisit APBN yang merangkak naik ke posisi 0,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Faktor eksternal yang tak kalah krusial adalah rencana peninjauan (review) indeks MSCI pada 12 Mei 2026 mendatang. Hasil review ini diprediksi akan menjadi penentu utama arah aliran dana manajer investasi asing di pasar modal Indonesia dalam beberapa pekan ke depan.
Rully juga menyoroti nilai tukar rupiah yang masih rentan di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.100 per dolar AS. Menurutnya, potensi keluarnya dana asing (capital outflow) masih terbuka lebar mengingat kondisi fiskal yang melebar.
Baca Juga: IHSG Semringah Sepanjang Pekan Ini Naik 6,14%, Kapitalisasi Pasar Capai Rp13.189 Triliun
“Pergerakan rupiah masih berpotensi berada pada kisaran 16.900 hingga 17.100, sementara risiko capital outflow tetap terbuka,” tambahnya.
Selain isu geopolitik, investor pekan ini akan mencermati risiko struktural dalam negeri, salah satunya defisit APBN yang merangkak naik ke posisi 0,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Faktor eksternal yang tak kalah krusial adalah rencana peninjauan (review) indeks MSCI pada 12 Mei 2026 mendatang. Hasil review ini diprediksi akan menjadi penentu utama arah aliran dana manajer investasi asing di pasar modal Indonesia dalam beberapa pekan ke depan.
(akr)
Lihat Juga :