AS Blokade Total Selat Hormuz, Perdagangan Iran via Laut Diklaim Lumpuh 36 Jam

Rabu, 15 April 2026 - 21:38 WIB
loading...
AS Blokade Total Selat...
Hanya dalam waktu kurang dari 36 jam sejak perintah blokade dikeluarkan, pasukan AS diklaim telah menghentikan seluruh aktivitas ekonomi keluar dan masuk Iran melalui jalur laut. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) mengumumkan, bahwa blokade terhadap rute pelayaran paling vital di dunia, Selat Hormuz telah dilakukan secara penuh. Dalam artian, kapal-kapal perang Amerika kini telah memutus total seluruh jalur perdagangan laut Iran .

Komandan CENTCOM (Pusat Komando AS), Laksamana Brad Cooper seperti dilansir RT menegaskan, dalam pernyataan resminya bahwa militer AS saat ini memegang keunggulan maritim penuh di kawasan tersebut. Hanya dalam waktu kurang dari 36 jam sejak perintah blokade dikeluarkan, pasukan AS diklaim telah menghentikan seluruh aktivitas ekonomi keluar dan masuk Iran melalui jalur laut.

“Dalam waktu kurang dari 36 jam, pasukan AS telah menghentikan sepenuhnya perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui laut,” ujar Laksamana Cooper, Selasa malam (14/4/2026).

Baca Juga: Lawan Blokade Barat, Dua Raksasa BRICS Perkuat Poros Eurasia di Tengah Krisis Hormuz

Laporan dari The Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan bahwa militer AS setidaknya telah mencegat delapan kapal tanker sejak blokade dimulai pada Senin pagi. Meski demikian, beberapa sumber intelijen menyebut masih ada kapal-kapal yang mencoba 'kucing-kucingan', termasuk kapal kargo berbendera Iran, Kashan, dan tanker berbendera Komoro, Elpis, yang dilaporkan sempat melintasi selat sebelum pengetatan penuh dilakukan.



Blokade total ini diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada hari Minggu, menyusul kegagalan negosiasi damai yang dimediasi oleh Pakistan. Upaya gencatan senjata dua minggu yang sempat disepakati pada 8 April lalu tampaknya runtuh setelah kedua belah pihak saling menuduh mengajukan syarat tidak masuk akal.

Dampak Global Embargo AS

Langkah drastis AS ini diperkirakan akan mengirimkan gelombang kejut ke pasar global. Selat Hormuz adalah jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia. Dengan blokade total ini, ketersediaan energi global berada dalam ancaman serius.

Baca Juga: Tak Dapat Pasokan Minyak Iran, China Minta Blokade Selat Hormuz Dihentikan

Situasi ini menjadi alarm merah, bagi negara-negara yang masih mengandalkan impor BBM dan LPG melalui jalur internasional, blokade ini berpotensi memicu lonjakan harga BBM, seiringh kenaikan harga minyak mentah dunia yang tak terkendali.

Selanjutnya ada tekanan fiskal, ketika beban subsidi semakin gemuk karena mahalnya harga-harga. Ditambah gangguan pada arus barang impor yang melintasi kawasan Timur Tengah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Rekomendasi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved