Akselerasi Transformasi Hijau, TBS Energi Perkuat Kepemimpinan dan Struktur Modal
Kamis, 16 April 2026 - 16:05 WIB
loading...
Pemegang saham PT TBS Energi Utama Tbk menyetujui sejumlah agenda strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan RUPSLB tahun buku 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemegang saham PT TBS Energi Utama Tbk menyetujui sejumlah agenda strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan RUPSLB tahun buku 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4). Keputusan tersebut mencakup perubahan susunan Dewan Komisaris, penggunaan saldo laba, serta langkah penguatan struktur permodalan perseroan.
"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bacelius Ruru atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengiringi perjalanan transformasi TBS. Bergabungnya Ibu Judy Lee dan kepemimpinan baru Bapak Fuad Rahmany akan membawa perspektif segar dalam transisi kami sebagai perusahaan hijau,” ujar Direktur Utama Dicky Yordan seperti dikutip, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: TBS Energi Utama Tuntaskan Transisi ke Sektor Rendah Karbon, Perkokoh Ekspansi Global
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Bacelius Ruru sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Posisi tersebut kemudian diisi oleh Ahmad Fuad Rahmany yang akan menjabat hingga 2028.
Perseroan juga memperkuat jajaran pengawas dengan mengangkat Judy Lee sebagai Komisaris Independen hingga 2030. Kehadirannya dinilai akan memperkaya perspektif global, khususnya dalam strategi keuangan dan tata kelola perusahaan.
Selain perubahan komisaris, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba tahun buku 2025 untuk menambah cadangan wajib serta pembagian dividen. Kebijakan ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap fundamental keuangan perusahaan sekaligus komitmen memberikan nilai tambah bagi investor.
Dalam aspek permodalan, perseroan memperoleh persetujuan untuk menjajaki Penawaran Umum Terbatas (rights issue) sebagai langkah strategis memperkuat struktur keuangan. Dana yang dihimpun nantinya akan diarahkan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek hijau.
TBS juga mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback) sebagai bentuk keyakinan manajemen terhadap kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi pasar atas stabilitas dan potensi pertumbuhan perseroan.
Baca Juga: Kinerja Solid, TBS Energi Perkuat Fondasi Bisnis Hijau
Dicky menambahkan, dukungan pemegang saham atas seluruh agenda RUPS memperkuat fondasi transformasi TBS menuju perusahaan energi berkelanjutan. Strategi ini sejalan dengan target jangka panjang TBS2030 yang berfokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
RUPS juga menyetujui sejumlah agenda administratif, termasuk laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian 2025 yang telah diaudit, penunjukan auditor independen, serta pembaruan kewenangan terkait remunerasi dan program kepemilikan saham karyawan.
Dengan struktur organisasi yang diperkuat dan strategi permodalan yang lebih solid, TBS optimistis dapat melanjutkan transformasi bisnis secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing di sektor energi masa depan.
"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bacelius Ruru atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengiringi perjalanan transformasi TBS. Bergabungnya Ibu Judy Lee dan kepemimpinan baru Bapak Fuad Rahmany akan membawa perspektif segar dalam transisi kami sebagai perusahaan hijau,” ujar Direktur Utama Dicky Yordan seperti dikutip, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: TBS Energi Utama Tuntaskan Transisi ke Sektor Rendah Karbon, Perkokoh Ekspansi Global
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Bacelius Ruru sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Posisi tersebut kemudian diisi oleh Ahmad Fuad Rahmany yang akan menjabat hingga 2028.
Perseroan juga memperkuat jajaran pengawas dengan mengangkat Judy Lee sebagai Komisaris Independen hingga 2030. Kehadirannya dinilai akan memperkaya perspektif global, khususnya dalam strategi keuangan dan tata kelola perusahaan.
Selain perubahan komisaris, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba tahun buku 2025 untuk menambah cadangan wajib serta pembagian dividen. Kebijakan ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap fundamental keuangan perusahaan sekaligus komitmen memberikan nilai tambah bagi investor.
Dalam aspek permodalan, perseroan memperoleh persetujuan untuk menjajaki Penawaran Umum Terbatas (rights issue) sebagai langkah strategis memperkuat struktur keuangan. Dana yang dihimpun nantinya akan diarahkan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek hijau.
TBS juga mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback) sebagai bentuk keyakinan manajemen terhadap kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi pasar atas stabilitas dan potensi pertumbuhan perseroan.
Baca Juga: Kinerja Solid, TBS Energi Perkuat Fondasi Bisnis Hijau
Dicky menambahkan, dukungan pemegang saham atas seluruh agenda RUPS memperkuat fondasi transformasi TBS menuju perusahaan energi berkelanjutan. Strategi ini sejalan dengan target jangka panjang TBS2030 yang berfokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
RUPS juga menyetujui sejumlah agenda administratif, termasuk laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian 2025 yang telah diaudit, penunjukan auditor independen, serta pembaruan kewenangan terkait remunerasi dan program kepemilikan saham karyawan.
Dengan struktur organisasi yang diperkuat dan strategi permodalan yang lebih solid, TBS optimistis dapat melanjutkan transformasi bisnis secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing di sektor energi masa depan.
(nng)
Lihat Juga :