Indonesia Kebut Dedolarisasi, Ini Daftar 6 Negara Pengguna QRIS

Jum'at, 17 April 2026 - 14:32 WIB
loading...
Indonesia Kebut Dedolarisasi,...
Tak perlu lagi menukar dolar, kini pelancong Indonesia resmi bisa pamer kekuatan rupiah lewat QRIS antarnegara di enam negara mitra strategis. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gelombang dedolarisasi yang digencarkan pemerintah Indonesia memasuki babak baru yang kian agresif. Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat krisis energi di Selat Hormuz, Indonesia justru semakin kokoh memperkuat kedaulatan rupiah.

Tak perlu lagi menukar dolar, kini pelancong Indonesia resmi bisa pamer kekuatan rupiah lewat QRIS antarnegara di enam negara mitra strategis. Langkah ini bukan sekadar soal kemudahan transaksi, melainkan strategi pertahanan nasional untuk melepaskan diri dari ketergantungan greenback ( dolar AS atau USD).

Sepanjang tahun 2025, nilai transaksi mata uang lokal (Local Currency Transactions/LCT) melonjak dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini menjadi bukti bahwa pelaku usaha dan wisatawan mulai beralih dari dolar ke sistem pembayaran lokal yang lebih efisien dan murah.

Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp144 Triliun

Peningkatan transaksi mata uang lokal tidak lepas dari meluasnya penggunaan QRIS antarnegara. Sejak diluncurkan enam tahun lalu, QRIS telah menjadi game changer bagi ekosistem pembayaran digital dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, yang kini telah mencapai 60,77 juta hingga Februari 2026.



Pengembangan inovasi fitur QRIS secara berkelanjutan terus dilakukan untuk memperluas akseptasi dan mendukung inklusi ekonomi dan keuangan digital. Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan luar negeri atau melakukan transaksi bisnis internasional, berikut adalah daftar negara yang sudah mengintegrasikan sistem pembayarannya dengan QRIS Indonesia:

Daftar 6 Negara Pengguna QRIS:

1. Korea Selatan

Terbaru, Bank Indonesia dan Bank of Korea resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QR Antarnegara Indonesia–Korea Selatan. Kerjasama ini memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di Korea Selatan menggunakan QRIS melalui aplikasi domestik tanpa perlu menukar valuta asing.

Baca Juga: RI Gencar Dedolarisasi Sejak 2025, Transaksi Mata Uang Lokal Naik 2 Kali Lipat ke Rp434,8 Triliun

Transaksi dilakukan langsung dalam mata uang lokal kedua negara, sehingga lebih efisien dan berbiaya rendah. Inisiatif ini merupakan bagian dari Joint Vision Statement (JVS) antara Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung yang ditandatangani di Korea Selatan (1/4).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi bersama Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun sistem pembayaran yang terintegrasi, efisien, dan inklusif sebagai fondasi konektivitas ekonomi digital kedua negara.

“Terhubungnya pembayaran QR Antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tutur Gubernur Perry.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Dituduh Untungkan Spanyol,...
Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
Kasus Febrie Adriansyah,...
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat: Sapu Kotor Tak Bisa Bersihkan Korupsi
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved