Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Gejolak Harga Minyak Berlanjut

Sabtu, 18 April 2026 - 19:28 WIB
loading...
Iran Tutup Kembali Selat...
Seorang pria sedang mengisi bahan bakar mobilnya di sebuah pom bensin di Montreal pada Kamis, 5 Maret 2026. FOTO/AP
A A A
TEHERAN - Ketegangan di kawasan Teluk kembali memuncak setelah militer Iran secara mendadak mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026), hanya berselang kurang dari 24 jam setelah jalur tersebut dinyatakan terbuka. Langkah ini dilakukan Teheran sebagai respons atas tudingan terhadap Amerika Serikat yang dianggap melanggar kesepakatan terkait pencabutan blokade pelabuhan.

"Sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan bergerak untuk semua kapal yang mengunjungi Iran, situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat," demikian pernyataan resmi militer Iran disiarkan melalui televisi negara dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 10%

Penutupan kembali ini memicu kekhawatiran baru akan lonjakan harga energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang menopang sekitar 20% pasokan minyak dunia. Padahal, sehari sebelumnya, pasar global sempat bernapas lega setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan selat tersebut terbuka sepenuhnya bagi kapal komersial seiring gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Kabar pembukaan selat pada Jumat (17/4) sempat membuat harga minyak mentah kocar-kacir ke arah bawah. Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent sempat anjlok 9,07 persen ke posisi USD90,38 per barel, bahkan menyentuh titik terendah harian di USD86,09. Senada, West Texas Intermediate (WTI) juga dilaporkan CNBC terjun bebas hingga 11,1 persen ke level USD84,26 per barel.



Optimisme pasar sempat merembet ke bursa saham Eropa yang melonjak signifikan, di mana indeks DAX Jerman naik 2 persen dan CAC 40 Prancis menguat 1,7 persen. Namun, sentimen positif tersebut langsung meredup saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku penuh hingga ada kesepakatan nuklir yang menyeluruh.

Baca Juga: Tuding AS Melakukan Pembajakan, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Ketegangan diplomatik ini kian meruncing setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberikan peringatan keras bahwa pembukaan selat tidak akan bersifat permanen jika AS tetap melanjutkan tekanan ekonomi melalui blokade maritim. Iran sebelumnya juga telah memberlakukan pembatasan ketat, termasuk pelarangan melintas bagi kapal militer asing dan pembatasan lalu lintas maksimal 15 kapal komersial per hari.

Militer Iran menyebut bahwa tindakan penutupan kembali ini merupakan konsekuensi langsung dari kegagalan Washington dalam menjamin kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang menuju atau berasal dari Iran. Sejak konflik pecah pada Februari lalu, Selat Hormuz menjadi titik panas militer yang melumpuhkan distribusi energi dunia.

Para pelaku pasar dan analis energi memperkirakan harga minyak akan kembali mendidih pada pembukaan perdagangan pekan depan. Ketidakpastian di jalur laut paling strategis di dunia ini diprediksi akan terus menekan stabilitas ekonomi global selama ketegangan antara Teheran dan Washington belum menemukan titik temu diplomasi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved